16 Februari 2026 - 08:16
Permainan Psikologis Baru Menjelang Putaran Kedua Negosiasi; “Lampu Hijau AS kepada Israel untuk Menyerang Iran!”

Di tengah perhatian pengamat dan media terhadap putaran kedua perundingan terbaru Iran–Amerika Serikat, Minggu sore sejumlah sumber Amerika mengklaim bahwa Donald Trump dalam pertemuannya dengan Benjamin Netanyahu memberi “lampu hijau” kepada perdana menteri rezim Zionis untuk menyerang Iran.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Di tengah perhatian pengamat dan media terhadap putaran kedua perundingan terbaru Iran–Amerika Serikat, Minggu sore sejumlah sumber Amerika mengklaim bahwa Donald Trump dalam pertemuannya dengan Benjamin Netanyahu memberi “lampu hijau” kepada perdana menteri rezim Zionis untuk menyerang Iran.

Seiring spekulasi mengenai bentuk dan agenda putaran kedua negosiasi, media melaporkan delegasi AS yang dipimpin Witkoff dan Jared Kushner akan bertemu pejabat Iran pada Selasa di Jenewa, Swiss, dengan kehadiran perwakilan Oman sebagai mediator.

Pengiriman persenjataan ke kawasan sebelumnya dinilai bagian dari operasi psikologis dan skenario tekanan AS dalam negosiasi sebelumnya. Namun penegasan negosiator utama Republik Islam tentang batas topik yang dapat dinegosiasikan membuat delegasi Amerika kembali dari Oman tanpa hasil. Dalam beberapa hari terakhir, bersamaan dengan pengumuman waktu dan tempat negosiasi kedua, muncul beragam spekulasi untuk menekan Iran — dari pengetatan sanksi minyak hingga kampanye media soal kemungkinan serangan militer AS dan Israel.

Laporan tentang isi pertemuan tertutup Trump–Netanyahu juga menjadi bahan pemberitaan media Barat, dengan sejumlah sumber mengklaim memperoleh bagian percakapan di ruang tanpa wartawan di Gedung Putih.

Klaim media AS tentang dukungan serangan Israel

Dalam konteks ini, jaringan CBS mengutip sumber Amerika bahwa Trump memberi tahu Netanyahu akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran. Media tersebut juga melaporkan lembaga militer dan intelijen AS tengah meninjau kemungkinan dukungan terhadap serangan Israel, termasuk penyediaan bahan bakar dan jalur penerbangan bagi jet tempur Israel.

Beberapa sumber menyebut dukungan militer itu bersyarat jika perundingan Jenewa gagal, sambil menyoroti tuntutan Netanyahu sebagai syarat tercapainya kesepakatan.

Syarat Netanyahu

Netanyahu menyatakan setiap kesepakatan harus mencakup beberapa poin utama:

  1. Seluruh bahan hasil pengayaan dipindahkan dari Iran.

  2. Tidak ada kemampuan pengayaan tersisa, termasuk pembongkaran fasilitasnya.

  3. Jangkauan rudal Iran dibatasi maksimal 300 km.

  4. Pembongkaran poros perlawanan yang dibangun Iran.

Di tengah kampanye psikologis dan media tersebut, pejabat politik dan militer Iran menegaskan fokus pada opsi yang telah diumumkan sebelumnya serta menyampaikan bahwa tekanan Amerika dan Zionis tidak memengaruhi keputusan mereka; Iran tetap menekankan kepentingannya dan pembahasan nuklir dalam negosiasi.

Hasil belum pasti

Sebagian analis menilai Trump, karena persoalan domestik, menginginkan kesepakatan umum untuk menunjukkan keberhasilan politik, terutama menjelang pemilu. Sementara pengamat lain berpendapat tuntutan berlebih pihak lawan dan keputusan Iran untuk tidak menyerah dapat membuat konfrontasi tak terhindarkan.

Meski pelaku diplomasi dan ekonomi bersikap hati-hati, pola Trump menunjukkan ia akan terus memakai alat tekanan semaksimal mungkin. Apakah tekanan maksimum itu berujung perang atau tidak, bergantung pada keteguhan dan koordinasi sikap Iran dalam menghadapi tuntutan pihak lawan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha