Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Dalam rangka penguatan diplomasi ilmiah dan budaya Republik Islam Iran serta pengembangan kerja sama akademik berkelanjutan di Thailand, Atase Kebudayaan Iran Mehdi Zare’ Bi-Eib bertemu dengan Pranpob Prongjit, Wakil Khusus Urusan Kemahasiswaan Universitas Srinakharinwirot.
Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang kerja sama jangka panjang di bidang pendidikan, budaya, dan penelitian antara Iran dan Thailand. Prongjit menyatakan mahasiswa universitasnya tertarik mengenal budaya dan peradaban kuno Asia, dan Iran sebagai salah satu peradaban penting serta berpengaruh di kawasan dapat menempati posisi khusus dalam program pendidikan dan budaya kampus.
Ia menilai pembukaan kelas bahasa Persia sebagai langkah penting dalam diversifikasi pendidikan internasional dan menegaskan dukungan universitas dalam perekrutan mahasiswa, sosialisasi luas, serta penyelenggaraan rutin program tersebut. Ia juga menilai kegiatan pendukung seperti Hari Kebudayaan Iran, kuliah pakar, dan pertunjukan seni dapat meningkatkan motivasi mahasiswa mempelajari bahasa dan masyarakat Iran.
Zare’ Bi-Eib menegaskan universitas merupakan salah satu sarana utama interaksi budaya antarbangsa dan menyatakan kesiapan pihaknya memperluas kerja sama secara terprogram dan berkelanjutan. Ia menyebut pengajaran bahasa Persia dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal sejarah, peradaban, seni, dan pemikiran Iran secara mendalam. Ia juga mengusulkan kegiatan tambahan seperti kajian Iranologi, pengenalan sastra dan seni kontemporer, pemutaran film Iran, serta kegiatan budaya bersama.
Selain itu, kedua pihak membahas dukungan penelitian, penyelenggaraan konferensi dan webinar ilmiah, menghadirkan dosen ahli dari Iran, serta penyediaan sumber akademik. Disepakati pula pembukaan kelas bahasa Persia dalam waktu dekat serta penyusunan mata kuliah sejarah dan peradaban Iran.
Pertemuan juga membahas peluncuran ensiklopedia daring rancangan atase budaya di pusat studi Asia universitas sebagai referensi ilmiah bagi peneliti dan mahasiswa, yang nantinya dapat dikembangkan menjadi platform kolaborasi ilmiah bersama. Universitas menyatakan kesiapan menilai validitas akademik konten serta menyiapkan nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama resmi.
Kedua pihak menekankan pentingnya kelanjutan komunikasi teknis, penjadwalan pelaksanaan program, dan pengembangan kerja sama pertukaran ilmiah, kegiatan mahasiswa, serta program budaya bersama guna memperdalam saling pengertian dan memperkuat diplomasi budaya.
Universitas Srinakharinwirot merupakan salah satu universitas negeri terkemuka Thailand yang didirikan pada 1949 di Bangkok. Awalnya berfokus pada pendidikan guru dan kini berkembang menjadi pusat pendidikan dan riset komprehensif di bidang humaniora, sosial, seni, sains, kesehatan, dan studi internasional, dengan peran aktif dalam pengembangan kerja sama akademik dan budaya internasional.
Your Comment