Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Ayatullah Reza Ramezani, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait, menegaskan bahwa masjid harus berfungsi sebagai benteng penyebaran ajaran Ilahi, tempat penguatan keyakinan agama, sekaligus ruang dialog antara generasi.
Ia dalam sebuah acara keagamaan menyatakan bahwa Sahifah Sajjadiyah adalah kitab penyembuh ruh manusia dan doa Makarimul Akhlaq merupakan piagam pembinaan diri individu dan sosial. Ia menekankan perlunya meninjau kembali fungsi masjid: imam jamaah tidak cukup hanya memimpin salat, tetapi harus berkomunikasi langsung dengan generasi muda, mengadakan kelas-kelas edukatif, dan menghadirkan ahli untuk menjawab persoalan mereka.
Ramezani memperingatkan bahwa menjauhnya ulama dari generasi muda adalah ancaman serius, karena generasi inilah yang akan membangun masa depan masyarakat. Masjid juga harus memiliki program untuk perempuan, anak-anak, remaja, dan pemuda agar menjadi pusat pembinaan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa masjid perlu meneladani Masjid Nabi: tempat pendidikan, penguatan iman, dan penjelasan ajaran agama secara rasional. Doa Makarimul Akhlaq bukan hanya dibaca, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sosial, termasuk kepedulian kepada fakir miskin dan pembentukan masyarakat berakhlak.
Ramezani menekankan bahwa kemuliaan sejati bersumber dari iman, pengetahuan, dan kekayaan batin seperti hikmah, kesabaran, dan akhlak, bukan dari kesombongan atau kekuasaan. Ia juga mengingatkan bahaya kesombongan serta pentingnya kerendahan hati bagi para pemegang jabatan.
Di akhir pernyataannya ia menyebut Revolusi Islam sebagai upaya menghidupkan kembali nilai ketuhanan dan menegaskan bahwa saat ini dunia menghadapi “perang narasi”, yakni distorsi fakta melalui media, selain perang militer, politik, dan ekonomi.
Your Comment