Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Komunitas Pengajar Hauzah Ilmiah Qom dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa pengabdian yang tulus kepada rakyat mulia Iran adalah wujud nyata syukur dan penghargaan atas nikmat agung kemenangan Revolusi Islam. Mereka juga menilai kehadiran rakyat yang membanggakan dan mematahkan musuh dalam pawai 22 Bahman sebagai simbol demokrasi religius dan sebab kekuatan serta keagungan Iran Islam, serta mengajak semua pihak untuk berpartisipasi secara meriah dalam pawai tersebut.
Teks pernyataan Komunitas Pengajar dalam rangka Yaumulllah 22 Bahman, hari kemenangan Revolusi Islam Iran, adalah sebagai berikut:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Sistem Republik Islam Iran yang kuat memulai peringatan tahun ke-48 kemenangan Revolusi Islam, dalam kondisi yang – sebagaimana diakui para pemikir politik – telah mampu, dalam pertarungan antara pemerintahan religius dan non-religius, menggagalkan berbagai konspirasi front arogan yang dipimpin Amerika yang kriminal satu demi satu, dan dengan mendekati puncak kemajuan dan kemuliaan, menghadirkan contoh nyata keberhasilan sebuah sistem yang berbasis demokrasi religius bagi bangsa-bangsa merdeka di dunia.
Inti utama kekuatan dalam sistem Republik Islam Iran adalah semangat religius dan senjata lunak yang dengannya rakyat mulia Iran, dengan bersandar pada kekuatan Ilahi yang tak terbatas dan mengikuti perintah Wilayatul Faqih, mampu meruntuhkan pemerintahan tirani yang bersenjata keras di negeri ini dan mewujudkan sistem Islam di negara ini.
Komunitas Pengajar Hauzah Ilmiah Qom, sambil mengucapkan selamat atas 10 Hari Fajar Revolusi Islam dan Yaumulllah 22 Bahman serta mengenang Imam Khomeini (qs) dan para syuhada Revolusi Islam (semoga Allah menganugerahkan syafaat mereka kepada kita), memandang pengabdian yang tulus kepada rakyat mulia Iran sebagai wujud nyata syukur dan penghargaan atas nikmat besar kemenangan Revolusi Islam, serta menekankan beberapa poin berikut:
1) Rakyat dengan kehadiran heroik dalam pawai 22 Dey telah menunjukkan kesetiaan mereka kepada sistem Islam. Oleh karena itu, setiap tindakan yang melemahkan persatuan dan kohesi nasional dipandang sebagai keselarasan dengan tindakan musuh dalam upaya menggulingkan sistem Islam. Pernyataan sebagian individu dan arus politik yang ditolak, dalam menyerang garis merah sistem dan mengingkari serta memutihkan kejahatan para penghujat Al-Qur’an dan simbol-simbol agama dalam peristiwa Dey baru-baru ini, menunjukkan puncak keterlibatan mereka dalam konspirasi musuh untuk melemahkan dan menggulingkan sistem Islam. Kepada para pembisik jahat ini perlu diingatkan bahwa tindakan-tindakan pengkhianatan seperti ini tidak akan terlupakan dari ingatan rakyat, dan rakyat tidak akan tertipu oleh kemunafikan tersebut, serta akan tetap tegak dalam jalan mewujudkan cita-cita Revolusi Islam dan nilai-nilai agama.
2) Peran arahan bijaksana Pemimpin Tertinggi Revolusi, Ayatullah al-Uzhma Imam Khamenei (semoga senantiasa dalam perlindungan Allah Swt), dalam memperkuat persatuan, menanamkan harapan dalam masyarakat, menggambarkan tekad yang tak tunduk di hadapan musuh, menggagalkan rencana-rencana mereka, serta menghadirkan narasi pertama dan benar atas berbagai peristiwa, sangatlah vital. Ketidakpatuhan terhadap perintah beliau akan membawa kerugian besar.
3) Manuver Amerika yang arogan di kawasan, setelah melancarkan perang 12 hari pada bulan Juni lalu dan menciptakan kerusuhan pada bulan Januari, merupakan upaya membangun perang psikologis yang bukan saja tidak menimbulkan kegoyahan dalam tekad rakyat Iran yang tangguh, tetapi justru menambah keteguhan mereka:
“Dan ketika orang-orang beriman melihat golongan-golongan itu, mereka berkata: ‘Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami, dan benarlah Allah dan Rasul-Nya,’ dan hal itu tidak menambah kepada mereka kecuali iman dan kepasrahan.”
Pada akhirnya, kami mengajak semua pihak untuk hadir secara meriah dalam pawai Yaumulllah 22 Bahman, dan meminta rakyat Iran Islam sekali lagi dengan kehadiran yang membanggakan dan mematahkan musuh, menambah kekuatan dan keagungan Iran Islam serta menampilkan hakikat demokrasi religius di hadapan dunia.
Your Comment