1 Februari 2026 - 14:35
Source: ABNA
Bagi Iran, Menyelesaikan Masalah Melalui Diplomasi Selalu Menjadi Prioritas Utama di Atas Perang

Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Mesir mengatakan: "Iran menekankan perlunya pembentukan proses diplomatik dan pengejaran diplomasi yang bermartabat dari posisi yang setara dan jauh dari ancaman."

Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip situs informasi pemerintah, Masoud Pezeshkian pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, dalam percakapan telepon dengan Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Mesir, menyampaikan apresiasi atas upaya yang tulus, bertanggung jawab, dan persaudaraan dari negara-negara Islam dalam meredakan ketegangan di kawasan dan mendukung Republik Islam Iran. Ia juga menekankan kebijakan prinsip Republik Islam dalam memperkuat konvergensi internal serta upaya berkelanjutan untuk memperkokoh dan memperluas hubungan persahabatan dengan negara-negara tetangga dan Islam dalam kerangka kebijakan luar negeri.

Presiden Iran, merujuk pada tindakan dan upaya Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam mengintensifkan permusuhan, menciptakan dan memaksakan perang, menerapkan tekanan dan sanksi, serta akhirnya memprovokasi kerusuhan dan ketidakstabilan secara langsung di dalam Iran, menyatakan: "Republik Islam Iran sama sekali tidak pernah dan tidak sedang mencari perang, dan sangat meyakini bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika, maupun kawasan."

Pezeshkian menekankan bahwa Iran bersikeras pada perlunya pembentukan proses diplomatik dan pengejaran diplomasi yang bermartabat agar dialog dapat terbentuk dalam suasana yang tenang dan konstruktif. Ia menegaskan: "Bagi Republik Islam Iran, menyelesaikan masalah melalui jalur diplomasi selalu memiliki prioritas di atas perang, dan kami berharap pihak lawan juga telah mencapai pemahaman bahwa Iran tidak dapat dipaksa untuk bernegosiasi melalui ancaman dan kekerasan. Jelas bahwa setiap agresi atau serangan terhadap wilayah Republik Islam Iran akan dihadapi dengan tanggapan yang tegas dan kuat; meskipun demikian, Iran tetap mengupayakan penyelesaian masalah melalui diplomasi."

Dalam percakapan telepon tersebut, Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Mesir, juga menyampaikan kegembiraannya dapat berbicara dengan Pezeshkian, mendoakan perdamaian, stabilitas, dan keamanan bagi rakyat negeri kuno dan bersejarah Iran serta seluruh bangsa di kawasan, sembari menegaskan bahwa tidak ada solusi militer untuk menyelesaikan masalah.

Presiden Mesir menyatakan bahwa setiap peningkatan ketegangan dan konflik akan membawa dampak negatif tidak hanya bagi Iran, tetapi bagi seluruh kawasan. Ia mengumumkan: "Mesir akan terus melanjutkan upayanya untuk meredakan ketegangan dan siap menyokong serta mendukung inisiatif diplomatik dalam jalur penyelesaian masalah dan penguatan stabilitas regional."

Your Comment

You are replying to: .
captcha