1 Februari 2026 - 14:34
Source: ABNA
Reaksi Araghchi terhadap Kehadiran Pasukan Asing di Teluk Persia

Menteri Luar Negeri negara kami bereaksi terhadap kehadiran pasukan asing di kawasan Teluk Persia.

Menurut laporan kantor berita ABNA, Seyed Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri, memberikan reaksi melalui media sosial X mengenai kehadiran pasukan asing di kawasan Teluk Persia. Teks pesan tersebut adalah sebagai berikut:

"Amerika Serikat ditandai dengan warna kuning di belahan bumi barat.

Beberapa samudra jauhnya, di sisi lain bumi, perbatasan Iran juga ditandai dengan warna kuning.

Lingkaran merah kecil menunjukkan Selat Hormuz.

Kekuatan militer Amerika Serikat yang beroperasi di lepas pantai kami, sekarang ingin menentukan bagaimana angkatan bersenjata kami yang kuat harus melakukan manuver militer di wilayah mereka sendiri!

Komando Pusat AS (CENTCOM) telah meminta kekuatan militer nasional, yang oleh pemerintah AS ditetapkan sebagai 'organisasi teroris', untuk bertindak secara 'profesional'; dan pada saat yang sama mengakui hak untuk melakukan latihan militer bagi 'organisasi teroris' yang sama tersebut!

Tingkat kontradiksi ini adalah kenyataan yang dihadapi dunia saat ini, dan menariknya, pemerintah-pemerintah Eropa juga secara aktif memutuskan untuk menempuh jalan yang sama.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) selalu dan tetap menjadi penjaga perdamaian dan stabilitas di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Di kawasan kami, IRGC dengan tepat dikenal sebagai kekuatan perkasa yang telah membuktikan kemampuannya di medan perang, baik melawan kelompok teroris maupun tentara agresor.

Kebebasan navigasi dan jalur aman bagi kapal-kapal dagang di Selat Hormuz sangat vital bagi Iran sebagaimana halnya bagi tetangga-tetangga kami. Kehadiran kekuatan luar kawasan di wilayah kami selalu membuahkan hasil yang bertolak belakang dengan klaim mereka: eskalasi ketegangan alih-alih meredakannya."

Your Comment

You are replying to: .
captcha