31 Januari 2026 - 19:04
Ketenangan dalam zikir kepada Allah; apa yang diajarkan Nabi Muhammad saw kepada kita

Salah satu doa beliau untuk melepaskan diri dari beban berat kecemasan adalah: “Allahumma inni a‘ūdzu bika minal-hammi wal-hazan…” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan).

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Di dunia yang penuh gejolak hari ini, ketika kecemasan menjadi tamu tak diundang di hati banyak orang, sirah Nabi penuh rahmat Muhammad saw menghadirkan peta harta karun berupa ketenangan di hadapan kita. Beliau membangun tempat berlindung yang aman dari badai jiwa melalui doa dan zikir.

Zikir kepada Allah; penenang yang ditegaskan oleh Al-Qur’an

Dalam saat-saat paling menegangkan, Rasulullah saw menjadikan ingat kepada Allah sebagai sandaran utama. Al-Qur’an dengan indah menegaskan prinsip ini: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” [1]

Penekanan beliau pada zikir seperti “Lā haula wa lā quwwata illā billāh” (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah) [2], menyembuhkan kecemasan yang timbul dari rasa tidak berdaya, lalu menggantinya dengan kesadaran akan kekuatan ilahi yang tak terbatas.

Doa; dialog penyembuh dengan Yang Maha Pengasih

Dalam praktik hidup Rasulullah saw, doa bukan sekadar ibadah, tetapi sarana efektif untuk mengelola kegelisahan sehari-hari. Beliau bersabda: “Doa adalah senjata orang beriman.” [3]

Di antara doa beliau untuk melepaskan diri dari beban berat kecemasan adalah: “Allahumma inni a‘ūdzu bika minal-hammi wal-hazan…”
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. [4]

Munajat yang penuh keintiman ini menyerahkan beban psikologis seseorang kepada Dzat Yang Maha Penyayang, yang mampu menyelesaikan segala persoalan.

Hujjatul Islam Muhammad Husain Amin
Penulis dan peneliti agama

Referensi:
[1] QS. ar-Ra‘d: 28
[2] Al-Kafi, jilid 2, hlm. 553
[3] Bihar al-Anwar, jilid 93, hlm. 295
[4] Shahih Bukhari, jilid 7, Kitab ad-Da‘awat, hadis 3

Your Comment

You are replying to: .
captcha