Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Sejumlah ulama Syiah Afrika Selatan dalam sebuah pernyataan bersama menyatakan pembaruan baiat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, menyatakan dukungan terbuka kepada Ayatullah Agung Sayyid Ali Khamenei dan “jalur perlawanan”, serta mengutuk keras segala bentuk ancaman terhadap beliau.
Berikut terjemahan lengkap pernyataan tersebut:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Sikap bersama ulama Syiah Afrika Selatan dalam mendukung pemimpin kami tercinta, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dan jalan perlawanan
Kami, kaum Muslimin Afrika Selatan, sebagai pewaris sejarah panjang dan menyakitkan dalam melawan ketidakadilan, dominasi kolonial, dan penindasan rasial, sangat memahami bahasa propaganda yang digunakan untuk mendiskreditkan perlawanan dan mengkriminalisasi sikap tegas melawan kekuatan zalim.
Dari posisi moral dan historis ini, kami menyatakan dukungan yang jelas dan berprinsip kepada pemimpin besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, serta kepada Republik Islam Iran.
Pengalaman sejarah kami dengan jelas menunjukkan bahwa mereka yang dahulu berdiri melawan apartheid pernah dicap sebagai “ekstremis”, “teroris”, dan “perusak stabilitas”. Hari ini, banyak dari kekuatan yang dahulu mendukung rezim apartheid secara politik, ekonomi, dan militer, justru berkhotbah tentang hak asasi manusia, sementara pada saat yang sama memfasilitasi penjajahan, genosida, dan penindasan terorganisir—khususnya di Palestina.
Revolusi Islam Iran, yang kini memasuki tahun ke-47 sejak Februari 1979, harus dipahami dalam kerangka ini; sebuah revolusi yang menjadi simbol penolakan tegas terhadap kepentingan imperialis serta upaya menjaga kedaulatan politik, independensi moral, dan identitas Islam. Di dunia di mana banyak negara Muslim dipaksa diam atau berkompromi, Iran mengambil posisi yang konsisten dan berprinsip terhadap penjajahan Zionis, dominasi Barat, dan upaya menjadikan negara-negara Muslim sebagai negara bawahan.
Kepemimpinan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei bukan sekadar kepemimpinan politik. Beliau, sebagai marja’ taklid dan wali faqih, memiliki kedudukan yang sangat spiritual, moral, dan religius bagi jutaan Muslim di seluruh dunia. Peran beliau adalah perwujudan perlawanan moral, kejernihan spiritual, dan keteguhan berkelanjutan melawan arogansi global. Dimensi spiritual ini sangat dipahami dan menginspirasi kaum Muslim Afrika Selatan yang kesadaran kolektifnya dibentuk oleh pengalaman perampasan tanah, pengusiran paksa, dan bertahun-tahun ketidakpedulian dunia.
Kami, kaum Muslim Afrika Selatan, dengan tegas menolak setiap upaya untuk membungkam, mengintimidasi, atau mempermalukan para pendukung perlawanan. Kami juga mengecam keras segala ancaman atau pernyataan niat untuk membunuh pemimpin kami tercinta, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Tindakan semacam itu bukan hanya kejahatan besar dan pelanggaran moral, tetapi juga akan membawa konsekuensi yang sangat berbahaya bagi kawasan dan perdamaian dunia, serta berisiko menciptakan ketidakstabilan luas, eskalasi konflik, dan penderitaan lebih besar bagi warga sipil yang tak bersalah.
Berdasarkan itu, kami menyeru para ulama Muslim Afrika Selatan, para pemimpin agama, dan lembaga-lembaga keagamaan untuk mengambil sikap yang jelas, bersatu, dan berlandaskan prinsip moral; sikap yang menegaskan kesucian jiwa manusia, menolak kekerasan politik, serta berdiri tegas melawan ketidakadilan, penindasan, dan agresi imperialis dalam segala bentuknya.
Sikap ini bukan sekadar pilihan politik, melainkan kewajiban moral, spiritual, dan historis. “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, tetapi Allah akan menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir membencinya.”
(QS. Ash-Shaff: 8)
Jumat, 30 Januari 2026
Your Comment