Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Lebanon, menyampaikan pidato dalam acara unjuk solidaritas rakyat Lebanon dengan Republik Islam Iran dan kecaman terhadap penghinaan kepada Imam Khamenei yang diselenggarakan di Kompleks Sayyid al-Syuhada.
Acara ini selain digelar di halaman Kompleks Sayyid al-Syuhada (as) di kawasan Dahiyeh, Beirut, juga akan diselenggarakan dalam bentuk pertemuan rakyat di kompleks-kompleks Hizbullah lainnya di kota-kota seperti Nabatieh, Tyre (Sur), serta di Haram Sayyidah Khawlah di Baalbek.
Sekretaris Jenderal Hizbullah dalam acara tersebut, sambil mengucapkan selamat atas datangnya bulan suci Sya‘ban—bulan Rasulullah dan bulan kelahiran para Imam serta pengantar menuju bulan suci Ramadan—mengatakan: *Kami berkumpul di sini untuk menyatakan solidaritas dan dukungan kepada Republik Islam Iran dan pemimpin ilhaminya, Imam Sayyid Ali Khamenei. Imam Khamenei bagi kami adalah seorang wali faqih dan pemimpin yang memikul tanggung jawab pada masa kegaiban Imam Mahdi (a.j.), serta merupakan wakil Imam maksum tersebut. Kami beriman kepada kepemimpinan wali faqih.*Sikap tegas menghadapi agresi dan penolakan terhadap netralitas
Ia menyinggung ancaman berulang Amerika Serikat terhadap Iran dan melanjutkan: *Kami tidak akan bersikap netral terhadap segala bentuk agresi terhadap Iran.*
Sekretaris Jenderal Hizbullah mengatakan bahwa Amerika sejak berdirinya Republik Islam telah memulai konfrontasi dengannya dan melancarkan perang melawan Republik Islam Iran melalui Irak selama delapan tahun.
Syekh Naim Qassem menambahkan: *Kami menyampaikan salam kepada Republik Islam dan menyatakan bahwa Iran adalah mahkota di atas kepala kami. Kepada Pemimpin Revolusi Islam kami sampaikan bahwa kami selalu berada di sisi Anda. Imam Khamenei adalah wali urusan dan pemimpin kami. Setiap ancaman terhadap beliau berarti ancaman terhadap puluhan juta orang. Ketika Trump mengancam Imam Khamenei, pada hakikat
Your Comment