Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA-Menggambarkan protes sebagai hak hukum rakyat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta warga Iran untuk memisahkan jalan mereka dari perusuh kekerasan yang telah dilatih oleh AS dan rezim Zionis untuk memprovokasi kerusuhan di dalam negeri.
Dalam sebuah wawancara televisi pada hari Minggu, Pezeshkian menyoroti tekad pemerintahannya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi rakyat Iran. Dia mengatakan pemerintah bertekad untuk memperlakukan semua orang Iran atas dasar keadilan dan memastikan distribusi subsidi yang merata, terlepas dari jenis kelamin, ras, atau etnis mereka. Kabinet telah mendengar suara keluhan dari pebisnis dan pelaku pasar setelah protes mereka, katanya, seraya menambahkan bahwa para pemrotes telah diminta untuk menghadiri pertemuan administrasi dan mengungkapkan keluhan mereka.
“Kami telah membuat keputusan untuk menyelesaikan masalah mereka dengan setiap pendekatan yang mungkin. Itulah sebabnya kami mengadakan pembicaraan dengan mereka setiap hari,” tambah Pezeshkian. “Kami menganggap protes rakyat itu sah,” kata Pezeshkian sembari menekankan bahwa pemerintahannya berkewajiban untuk berbicara dengan semua kelompok masyarakat.
“Kami tidak akan pernah mengabaikan orang-orang yang mengungkapkan kekhawatiran yang sah.” tambahnya.
Presiden Iran ini juga mencatat bahwa musuh, yang gagal mengarahkan negara ke dalam kekacauan selama perang 12 hari pada Juni 2025, sekarang berusaha mengambil keuntungan dari masalah ekonomi untuk memperburuk situasi. Pezeshkian meminta orang, serikat, pemilik industri, dan aktivis ekonomi untuk membantu pemerintahannya memberantas korupsi. Menggambarkan protes sebagai hak rakyat, Pezeshkian memperingatkan bahwa kerusuhan, serangan terhadap properti publik, serangan pembakaran di masjid, dan pembakaran Al-Qur'an adalah bagian dari plot yang ditetaskan oleh AS dan rezim Israel, yang menurutnya telah melakukan kejahatan paling keji di dunia. "Bahkan negara-negara Eropa yang menentang Republik Islam Iran tidak dapat mencegah kebrutalan yang terjadi di Gaza, Palestina dan Lebanon', katanya.
Pezeshkian mengatakan musuh telah melatih serangkaian elemen di dalam dan di luar Iran, dan telah mengerahkan sejumlah teroris dari luar negeri ke Iran untuk melancarkan serangan pembakaran di masjid, membakar toko-toko, dan untuk menghilangkan nyawa warga. "Para perusuh telah membunuh sejumlah orang dengan senjata, mereka telah memenggal sejumlah orang, dan bahkan telah membakar beberapa orang," katanya. "Tentu saja para penjahat ini bukan orang biasa dan bukan dari Iran", Tambah Presiden Iran ini.
Menunjuk pada rencana musuh untuk menekan Iran dengan menciptakan perpecahan, kekacauan dan kerusuhan, dia mengatakan langkah-langkah yang memicu kebencian, seperti membakar Al-Quran sama sekali tidak dapat diterima oleh peradaban Iran. Presiden Iran kemudian berjanji bahwa kabinetnya berusaha menyelesaikan masalah dan bahwa Iran akan mengatasi situasi dan mengatasi ketidakseimbangan terlepas dari semua masalah.
Pezeshkian meminta orang-orang untuk berkumpul di setiap lingkungan untuk mencegah para perusuh melakukan kejahatan. “Mereka berusaha membuat Iran bertekuk lutut melalui kerusuhan dan tekanan ekonomi,” dia memperingatkan.
Presiden Iran juga meminta rakyat Iran untuk menghadiri demonstrasi pro-pemerintah jpada hari Senin untuk melampiaskan kemarahan mereka pada kerusuhan yang kejam. "Sistem keamanan dan pertahanan Iran harus bertindak tegas terhadap para perusuh yang membunuh orang dan melancarkan serangan pembakaran," tegasnya.
Your Comment