Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip Al-Masirah, Kementerian Luar Negeri Yaman mengeluarkan pernyataan yang berbunyi: "Kami mengutuk dengan kata-kata paling keras agresi AS terhadap Venezuela dan penculikan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya."
Pernyataan tersebut melanjutkan: "Apa yang telah dilakukan AS adalah pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB, hukum internasional, serta kedaulatan, stabilitas, dan integritas wilayah Venezuela. Tindakan ini merupakan kelanjutan dari sejarah panjang campur tangan AS dalam urusan dalam negeri negara-negara lain, terutama di Amerika Latin."
Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan: "Agresi AS terhadap Venezuela mencerminkan pendekatan yang didasarkan pada intimidasi politik, penggunaan kekuatan, hukum rimba, dan penjarahan sumber daya milik rakyat."
Your Comment