Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip Russia Al-Yaum, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan: "Moskow dan Minsk mengutuk agresi AS terhadap Venezuela yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional."
Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan mitranya dari Belarusia menegaskan: "Pembebasan segera Nicolás Maduro, presiden sah Venezuela, beserta istrinya dan pengembalian mereka ke negara mereka adalah hal yang sangat mendesak."
Lavrov dan sejawatnya dari Belarusia, Maxim Ryzhenkov, juga menekankan "pentingnya mempercepat penyediaan kondisi yang diperlukan untuk menyelesaikan krisis Venezuela melalui dialog."
Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan hari ini bahwa negaranya telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan mengklaim telah menahan Nicolás Maduro beserta istrinya. Tindakan tersebut memicu reaksi dan penentangan luas di tingkat internasional.
Your Comment