Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip Al Jazeera, China mengutuk keras agresi militer AS terhadap Venezuela.
Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri China mengenai hal ini disebutkan: "Kami sangat terkejut dan mengutuk keras penggunaan kekuatan yang nyata oleh AS terhadap negara yang berdaulat dan penargetan terhadap presidennya."
Kementerian tersebut menegaskan: "Tindakan hegemonik AS merupakan pelanggaran berbahaya terhadap hukum internasional, agresi terhadap kedaulatan Venezuela, serta ancaman bagi perdamaian dan keamanan. Kami menolak keras tindakan AS dan mendesak negara tersebut untuk mematuhi hukum internasional serta menghentikan pelanggaran kedaulatan dan keamanan negara-negara lain."
Presiden AS Donald Trump mengumumkan hari ini bahwa negaranya telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan mengklaim telah menahan Nicolás Maduro beserta istrinya. Tindakan tersebut memicu reaksi dan penentangan luas di tingkat internasional.
Your Comment