Menurut laporan kantor berita ABNA mengutip Al-Masirah, "Mohammed Abdulsalam", juru bicara gerakan Ansar Allah, menyatakan bahwa setahun terakhir telah memunculkan peluang sekaligus ancaman baru bagi rakyat Yaman di tengah berbagai tantangan dan pengorbanan. Ia menyebut poros Palestina tetap menjadi front terpenting dalam menghadapi musuh regional maupun internasional, serta menegaskan bahwa dukungan terhadap perlawanan akan terus berlanjut.
Abdulsalam juga mengkritik penutupan bandara dan pelabuhan Yaman, menyebutnya sebagai "hukuman kolektif" bagi rakyat Yaman yang tidak memiliki pembenaran. Ia menambahkan bahwa mengandalkan kelanjutan agresi dan blokade adalah sebuah kegagalan yang hanya akan menambah kerugian. "Ada kesempatan bagi mereka yang bijak untuk meninjau dan menyelesaikan berbagai berkas yang timbul akibat agresi Saudi-Amerika selama beberapa tahun terakhir," pungkasnya.
Your Comment