Menurut Kantor Berita ABNA, Hal itu disampaikan al-Fayyadh di kota Kirkuk, pada acara peringatan haul untuk mengenang para komandan poros perlawanan yang gugur syahid.
"Kehadiran Hashd al-Shaabi untuk menjawab panggilan negara pada masa perang melawan Daesh. Sekarang kami bersama pasukan keamanan lainnya berusaha membangun negara yang layak bagi rakyat Irak dan pengorbanan para syuhada," tegasnya seperti dikutip Farsnews.
Al-Fayyadh kembali meminta pasukan AS keluar dari Irak sesuai dengan keputusan parlemen. Kedaulatan dan stabilitas nasional Irak hanya bisa dicapai dengan mengusir penjajah.
Biro Kontrol Aset Asing Departemen Keuangan AS pada Jumat lalu, memasukkan nama Falih al-Fayyadh, dalam daftar sanksinya.
Setelah militer AS meneror Jenderal Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis di Baghdad pada 3 Januari 2020, parlemen Irak memutuskan untuk mengusir semua pasukan asing dari negara tersebut. (RM)
342/