19 Desember 2020 - 17:07
Iran Aktualita; 19 Desember 2020

Berbagai peristiwa penting mewarnai perkembangan Iran selama sepekan terakhir seperti pertemuan Rahbar dengan panitia Haul Syahid Qasem Soleimani.

Menurut Kantor Berita ABNA, Selain itu, masih ada berita lainnya seperti penekanan presiden Iran bahwa sanksi harus diakhiri, kesulitan Iran beli vaksin akibat sanksi AS, penekanan Rouhani atas perluasan hubungan Iran-Indonesia.

Rahbar: Iran Pasti Balas Pembunuh Syahid Soleimani !

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, para pelaku pembunuhan Syahid Qassem Soleimani harus dibalas, dan akan dilakukan dalam waktu yang tepat.

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan panitia penyelenggara haul Syahid Qassem Soleimani dan keluarga beliau hari Rabu (16/12/2020) menyebut Syahid Soleimani sebagai pahlawan bangsa Iran dan umat Islam.

"Mengingat Syahid [Soleimani] orang yang merakyat dan dicintai rakyat, maka potensi ini harus memanfaatkan dengan mengerahkan upaya budaya dan kreativitasnya," ujar Rahbar.

Mengenai posisi Syahid Soleimani sebagai pahlawan nasional bangsa Iran, Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Alasan mengapa Syahid Soleimani menjadi pahlawan bangsa Iran dan berbagai lapisan masyarakat menghormati beliau dan berduka atas kepergiannya, karena Syahid Soleimani sebagai manifestasi dai nilai-nilai budaya Iran,".

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memandang keberanian dan perlawanan, kebijaksanaan, kecerdasan, pengorbanan, dan persaudaraan sebagai karakter Syahid Soleimani.

"Syahid  mulia ini  memiliki ketinggian spiritual, ketulusan  serta berorentasi akhirat, dan beliau orang yang rendah hati," tutur Rahbar.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung kecintaan rakyat Iran kepada beliau, bahkan ketika melepas kepergiannya, dengan menambahkan, "Jutaan orang menghadiri prosesi pemakaman Syahid Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes di Irak dan Iran yang tak terlupakan. Upacara peringatan kedua Syuhada menjadi perang lunak yang akan mengejutkan kubu arogan, sekaligus tamparan keras pertama di wajah Amerika Serikat,".

Rahbar dalam pidatonya juga menyinggung serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS, Ain al-Assad, dengan menegaskan, "Tamparan yang lebih keras adalah pengaruh serangan lunak terhadap himne kosong adidaya yang dilakukan dengan partisipasi para pemuda Revolusioner dan intelektual Mukmin, juga pengusiran pasukan AS dari kawasan oleh bangsa-bangsa dan gerakan perlawanan,"

Selain itu, Rahbar di pertemuan ini juga menegaskan  Republik Islam Iran harus kuat di semua bidang, termasuk ekonomi, sains, teknologi dan pertahanan, sehingga musuh menghentikan keserakahan dan agresinya terhadap Iran.

Rahbar dalam pertemuan dengan panitia haul Syahid Qassem Soleimani hari Rabu (16/12/2020) mengatakan, "Jangan bergantung pada janji ini atau itu untuk menyelesaikan masalah rakyat dan masa depan negara. Sebab, ini bukan janji orang baik tetapi janji orang jahat, dan Anda tidak boleh melupakan permusuhan mereka,".

"Permusuhan AS [terhadap Iran] tidak hanya Trump saja, sebab masalahnya bukan kepergiannya, dan dulu Obama juga bersikap buruk terhadap Iran," ujar Ayatullah Khamenei.

Tidak hanya itu, tutur Rahbar, tiga negara Eropa (Jerman-Inggris-Perancis) menunjukkan kebencian yang ekstrim,  pelanggaran perjanjian dan inkonsistennya.

Beliau juga menekankan urgensi menjaga persatuan nasional, dengan mengatakan, "Pejabat dari ketiga lembaga tinggi negara, terutama para pemimpinnya harus memperkuat persatuan nasional hari demi hari melalui kerja sama,"

342/