Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Ali Reza Muwahhid Nejzad, anggota Pusat Istihlal (tim rukyat hilal) Kantor Pemimpin Besar Iran dalam sebuah konferensi pers mengatakan, “Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya sekitar 150 tim rukyat pada ahad (5/6) telah melakukan pengamatan atau rukyat hilal bulan ramadhan di berbagai titik wilayah Iran.”
Beliau mengungkapkan, “Namun sebagaimana diperkirakan sebelumnya oleh para ahli bahwa hilal bulan ramadhan pada hari ahad (5/6) tidak akan terlihat dan sebagian ahli lainnya memberikan perkiraan lemah kemungkinan terlihatnya hilal pada hari ahad”.
Anggota Pusat Istihlal Kantor Pemimpin Besar Iran menyatakan, “Jika laporan-laporan tentang terlihatnya hilal pada hari ahad dapat meyakinkan, akan di informasikan secara umum kepada masyarakat dan tentunya hari senin merupakan hari pertama bulan ramadhan”.
Ia mengatakan, “Tim-tim rukyat hilal yang tersebar di setiap ibu kota provinsi telah melakukan pengamatan dan rukyat hilal kecuali pada dua atau tiga propinsi”.
Muwahhid Nejad menjelaskan, “Mereka yang melakukan rukyat hilal pada hari ke 29 setiap bulan meyakini bahwa apabila hilal terlihat maka bulan jadi penuh dengan 29 hari dan jika hilal tidak terlihat maka bulan akan genab menjadi 30 hari. Berdasarkan ini, besok yakni hari selasa (7/6), merupakan hari pertama ramadhan sebagaimana yang tertera dalam kalender, dengan demikian karena hari selasa merupakan hari pertama, maka bulan ramadhan tahun ini hanya akan terhitung 29 hari.”
Disebutkan, berbeda dengan Iran, sejumlah negara muslim lainnya termasuk Indonesia, menetapkan 1 Ramadhan tahun ini jatuh pada hari senin (6/6).