24 Agustus 2026 - 13:28
Peringatan Pemimpin Syahid Umat Digelar di Jacobabad Pakistan

Acara peringatan pemimpin syahid umat digelar di Madrasah Khadijah al-Kubra (sa), Jacobabad, Provinsi Sindh, Pakistan, dengan dihadiri sejumlah santri perempuan. Dalam kesempatan tersebut, Maqsood Ali Domki Baloch memaparkan pemikiran almarhum mengenai perlawanan dan persatuan, sekaligus menekankan peran penting perempuan dan para pelajar agama dalam memperluas kebangkitan Islam serta menghadapi berbagai konspirasi kekuatan arogan.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Acara duka dan peringatan untuk mengenang pemimpin syahid, Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Hosseini Khamenei, diselenggarakan di Madrasah Khadijah al-Kubra (sa), bekerja sama dengan Divisi Perempuan Pusat Dakwah Islam Balochistan.

Dalam acara tersebut, para santri perempuan dan pelajar madrasah menyalakan lilin sebagai bentuk penghormatan dan mengenang pemimpin syahid.

Dalam sambutannya, Maqsood Ali Domki Baloch mengatakan Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Hosseini Khamenei telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Islam, Al-Qur'an, umat Islam, serta membela kaum tertindas di seluruh dunia.

Ia mengatakan, dalam menghadapi arogansi dan penindasan, pemimpin syahid tersebut menyebarkan pesan perlawanan, keteguhan, dan perjuangan tanpa henti di dunia Islam.

“Perjuangan, pemikiran, dan cita-cita beliau merupakan aset berharga bagi dunia Islam. Pengorbanannya menjadi pelajaran abadi tentang kebebasan, perlawanan, dan jihad di jalan Allah bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Domki Baloch, pemikiran pemimpin syahid mengenai persatuan umat Islam dapat dijadikan prinsip panduan bagi umat Islam.

Ia menambahkan bahwa umat Islam saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, di antaranya situasi Palestina dan Gaza, meluasnya sektarianisme dan kebencian berbasis agama, serta berbagai konspirasi kekuatan arogan dunia terhadap Islam dan umat Islam.

Dalam kondisi demikian, lanjutnya, umat Islam harus meninggalkan perpecahan dan mengedepankan wawasan, persatuan, serta kerja sama satu sama lain.

“Sudah saatnya negara-negara Islam membebaskan diri dari ketergantungan dan dominasi Amerika Serikat serta, dengan persatuan dan solidaritas, membela kepentingan umat Islam,” katanya.

Rabiul Awal Momentum Menghidupkan Ajaran Nabi

Menyinggung datangnya bulan Rabiul Awal, Maqsood Ali Domki Baloch mengatakan bahwa Rabiul Awal merupakan bulan kegembiraan dan kebahagiaan karena kelahiran Nabi Muhammad Mustafa saw, sang rahmat bagi seluruh alam.

Ia mengatakan, sirah Nabi Muhammad saw membawa pesan rahmat, akhlak, keadilan, kasih sayang, dan persaudaraan bagi seluruh umat manusia.

Menurutnya, Rasulullah saw berhasil menyatukan masyarakat yang sebelumnya tercerai-berai melalui ikatan iman dan persaudaraan serta membangun umat yang bersatu dan solid.

“Karena itu, hakikat memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw adalah menerapkan ajaran beliau dalam kehidupan pribadi maupun sosial kita,” ujarnya.

Pekan Persatuan Jadi Momentum Memperkuat Ukhuwah Sunni-Syiah

Lebih lanjut, terkait Pekan Persatuan dan pentingnya persatuan umat Islam, ia mengatakan kelahiran Nabi Muhammad saw merupakan kesempatan terbaik bagi kaum Muslimin untuk melampaui perbedaan dan berkumpul di atas berbagai kesamaan yang mereka miliki.

“Syiah dan Sunni sama-sama mengikuti Al-Qur'an, Nabi Muhammad saw, dan menghadap kiblat yang sama. Kita harus memperluas budaya saling menghormati, toleransi, kasih sayang, dan persaudaraan serta menggagalkan konspirasi musuh-musuh Islam yang berusaha menciptakan perpecahan di antara kaum Muslimin,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemimpin syahid merupakan salah satu pembawa panji persatuan di antara umat Islam.

Menurutnya, para pengikut Ayatullah Sayyid Ali Khamenei harus menyampaikan pesan persatuan Islam dari rumah ke rumah dan dari satu komunitas ke komunitas lainnya, serta terus menggaungkan seruan persatuan umat Islam.

Domki Baloch juga menekankan bahwa perempuan, khususnya para santri dan pelajar madrasah agama, merupakan pembentuk dan arsitek masa depan umat Islam.

Ia mengatakan mereka harus menerapkan secara nyata dalam kehidupan ajaran Rasulullah saw, Al-Qur'an, Ahlulbait (as), serta pesan persatuan umat Islam.

Perempuan juga diharapkan memainkan peran efektif dalam menyebarkan kasih sayang, persaudaraan, solidaritas, dan kebangkitan Islam di tengah masyarakat.

Pada akhir acara, dilakukan pembacaan Al-Qur'an untuk menghadiahkan pahala kepada ruh pemimpin syahid Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Hosseini Khamenei, seluruh syuhada Islam, serta kaum tertindas di dunia.

Para peserta juga menyalakan lilin untuk mengenang mereka.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha