2 April 2016 - 00:31
Hubungan dengan Seluruh Negara, Prioritas Iran

Khatib shalat Jumat Tehran, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi menilai perluasan hubungan dengan seluruh negara sebagai prioritas Republik Islam Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi di khutbah shalat Jumat Tehran Jum'at (1/4) seraya menjelaskan bahwa Republik Islam Iran menghendaki perluasan hubungan dengan seluruh negara menambahkan, "Pasca kemenangan Revolusi Islam, bangsa Iran senantiasa menghendaki hubungan konstruktif dengan seluruh negara dunia kecuali rezim Zionis Israel."

Namun begitu menurut Kazem Seddiqi, di era gemilang pasca kemenangan Revolusi Islam, Amerika Serikat tidak pernah menghentikan permusuhannya kepada Iran.

Imam Jumat Tehran seraya menekankan bahwa kekuatan dunia khususnya Barat tidak menghendaki independensi Iran menambahkan, "Mereka berusaha membatasi Iran di berbagai isu penting dan hanya mengharapkan diri sendiri mencapai kemajuan."

Seraya menjelaskan sanksi ekonomi sebagai salah satu strategi musuh menekan Iran, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi mengungkapkan, Republik Islam Iran harus memiliki sebuah revolusi baru di bidang ekonomi dan pemerintah serta rakyat harus bekerjasama untuk merealisasikan hal ini.

"Di perang ekonomi, kebijakan Iran di berbagai sektor seperti budaya, pendidikan dan jasa harus juga terpengaruh kebijakan ekonomi muqawama," ungkapnya.

Khatib shalat Jumat Tehran seraya menegaskan urgensitas peningkatan kemampuan angkatan bersenjata Republik Islam Iran untuk menghadapi segala bentuk ancaman musuh mengatakan, "Militer Iran harus berusaha memperkuat kemampuannya dan memperkokoh pertahanan sehingga musuh tidak berani melanggar dan menyerang negara ini."

Hujjatul Islam Kazem Seddiqi di khutbahnya juga mengisyaratkan 12 Farvardin (1 April 1979) sebagai hari besar Republik Islam dan mengatakan, "Hari ini merupakan hari paling bersejarah bagi bangsa Iran di mana lebih dari 98 persen suara rakyat menghendaki sistem pemerintahan Republik Islam."