Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran, DR. Hasan Rouhani dalam pesan tertulisnya mengecam rezim Arab Saudi atas dieksekusinya ulama Islam Syaikh Nimr Baqir al Nimr pada ahad (2/1). Dalam pesannya, Rouhani menilai eksekusi mati tersebut adalah tindakan yang tidak manusiawi terhadap seseorang yang sedang memperjuangkan tegaknya hak-hak asasi manusia dan nilai-nilai Islam.
Ia menyebut berita di hukum matinya ulama mujahid Syaikh Nimr Baqir al Nimr adalah berita duka bagi dunia Islam dan mengucapkan bela sungkawa untuk keluarga Syahid Nimr beserta umat Islam diseluruh dunia.
Presiden Iran tersebut lebih lanjutkan menyebutkan bahwa tanpa keraguan bahwa tindakan yang dilakukan Arab Saudi terhadap ulama Islam tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan rakyat Iran bersama dengan umat Islam sedunia mengecam eksekusi tersebut.
Meski demikian, dalam pesan tertulisnya tersebut Rouhani tetap mengingatkan rakyat Iran untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak citra Iran di dunia Internasional dengan tetap menjamin keamanan bagi para diplomat Arab Saudi yang berada di Iran termasuk keamanan bagi kantor kedubes dan konsulat Arab Saudi di Iran.
Menyikapi amuk massa di Tehran dan Masyhad yang melakukan pengrusakan terhadap sejumlah properti di kantor kedubes dan konsulat Arab Saudi dalam aksi mengecam pembunuhan Syaikh Nimr, Presiden Iran tersebut menyatakan kecamannya dan sangat menyayangkan hal tersebut terjadi.
Dalam suratnya tersebut ia memberikan intruksi kepada kementerian negara bersama dengan sejumlah pihak terkait untuk menyelidiki kasus pengrusakan kantor kedutaan dan konsulat Arab Saudi di Tehran dan Masyhad dan otak pelakunya untuk segera diseret ke pengadilan negara. Rouhani menegaskan, keamanan jiwa dan harta benda diplomat asing di Iran menjadi tanggungjawab negara.