Menurut Kantor Berita ABNA, besarnya pelayanan yang dipersembahkan rakyat Irak kepada jutaan peziarah Imam Husain As tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ditengah kemiskinan dan kesulitan ekonomi yang melanda rakyat Irak, mereka tetap mampu mempersembahkan yang terbaik yang mereka bisa kepada para peziarah. Dan yang lebih menakjubkannya, semua pelayanan yang diberikan tersebut dipersembahkan secara gratis kepada para peziarah yang berdatangan dari berbagai negara.
Mereka mendirikan tenda-tenda peristrahatan, menyajikan makanan pagi, siang dan malam, menyediakan fasilitas wc, membagikan air mineral dan memberikan banyak pelayanan lainnya, tanpa memungut bayaran sepeser pun dari peziarah, dan semua biaya pelayanan tersebut mereka ambil sepenuhnya dari tabungan mereka sendiri, meskipun tidak sedikit dari mereka sendiri sehari-harinya hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka yang melayani para peziarah tersebut dalam bahasa setempat disebut dengan Khadim.
Semua anggota keluarga dilibatkan dalam memberikan pelayanan tersebut, sebagaimana foto di bawah ini, seorang balita turut ambil andil dalam memberikan pelayanan kepada peziarah yang lewat.
