Menurut Kantor Berita ABNA, Wakil Presiden Iran untuk Urusan Hukum Nyonya Elham Aminzadeh mengkritik keengganan pemerintah Riyadh untu bekerjasama dengan Teheran dalam mengungkap penyebab kematian ribuan jamaah haji dalam tragedi Mina, pada tanggal 24 September lalu.
"Para pejabat Saudi tidak menunjukkan komitmen yang kuat dalam upaya investigasi kasus penyebab syahidnya ribuan jamaah haji dalam tragedi Mina. " ungkap Aminzadeh.
Dalam pernyataannya, ia meminta pemerintah Saudi untuk bekerja sama dengan Iran. "Kita tidak bisa mencapai tujuan kami dalam hal ini selama Saudi Arabia tidak bekerja sama dengan Iran karena kita harus mengumpulkan bukti-bukti dari Arab Saudi." paparnya.
Aminzadeh mengatakan bahwa Iran telah membuat Tim Pencari Fakta sebagia bentuk keseriusan Iran dalam menindaklanjuti tragedi Mina yang menelan korban ratusan jiwa jamaah haji Iran. Ia menyebutkan, adalah kewajiban pemerintah Iran untuk menuntut hak-hak keluarga korban kepada Arab Saudi sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam tragedi tersebut.
Aminzadeh dalam lanjutan pernyataannya menyalahkan Arab Saudi yang dinilainya lalai dan kurang memiliki kemampuan manajerial yang baik sehingga menyebabkan insiden tragis di Mina. Ia juga menyerukan agar OKI menemukan solusi agar penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang keamanan dan keselamatan jamaah haji bisa lebih terjamin.
"Sebagaimana yang telah diungkap Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran yang menyatakan, pemerintah Saudi dituntut untuk memikul tanggung jawab berat untuk insiden pahit ini dan harus memenuhi kewajibannya sesuai dengan aturan kebenaran dan keadilan," kata Aminzadeh.
Pada hari Senin, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian menyatakan penyesalan atas kelalaian pejabat Saudi 'tentang penyajian laporan terpercaya tentang penyebab tragedi Mina, dan mengatakan Teheran akanterus menuntut ha katas kematian warga negaranya dalam insiden Mina melalui jalur hukum.