7 November 2015 - 20:37
Tujuan AS di Kawasan, 180 Derajat Berbeda dengan Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menegaskan, tujuan Amerika Serikat di kawasan berbeda 180 derajat dari tujuan Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Khamenei, Rahbar, Ahad (1/11) dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri, para duta besar dan pejabat pemerintah Iran, menilai kebijakan Amerika di kawasan sensitif Asia Barat adalah faktor utama kekacauan di wilayah ini.

Ia menuturkan, “Berbeda dengan pandangan sebagian pihak yang menganggap Amerika sebagai solusi masalah-masalah regional, Washington adalah bagian utama dari masalah Timur Tengah.”

Ayatullah Khamenei menambahkan, “Faktor utama instabilitas adalah dukungan Amerika atas rezim Zionis Israel, dan kebijakan semacam ini berbeda 180 derajat dengan kebijakan Iran.”

Rahbar menolak berunding dengan Amerika terkait masalah regional.

Ia menjelaskan, “Amerika berupaya memaksakan kepentingannya, bukan menyelesaikan masalah. Mereka ingin memaksakan 60, 70 persen ambisinya dalam perundingan, dan sisanya dijalankan dan dipaksakan secara ilegal, lalu apa artinya perundingan ?”.

Menurutnya, kebijakan luar negeri Iran tidak lain adalah kebijakan yang tertera dalam konstitusi negara.

“Kebijakan luar negeri Iran diambil dari Islam dan merupakan hasil tujuan serta cita-cita revolusi. Pejabat Kemenlu Iran, duta besar dan pejabat negara pada kenyataannya adalah para wakil, prajurit dan pelayan prinsip-prinsip serta cita-cita ini,” paparnya.

Rahbar menerangkan, logika Iran dalam masalah-masalah regional dapat diterima dunia dan kokoh, serta menjelaskan solusi-solusi prakarsa Iran untuk masalah-masalah tersebut.

Iran, katanya, dalam masalah Palestina selain menentang rezim perampok Zionis dan mengecam tragedi serta kejahatan rezim tersebut, mengusulkan diselenggarakannya pemilu dengan partisipasi seluruh warga Palestina yang sepenuhnya sesuai dengan standar internasional.

Terkait Suriah, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Tidak akan ada artinya, negara-negara asing berkumpul dan memutuskan tentang sebuah pemerintahan serta presidennya. Ini adalah bid’ah yang berbahaya yang tidak ada satupun negara di dunia ini yang menerimanya.”

Rahbar menjelaskan, “Solusi masalah Suriah adalah pemilu dan untuk merealisasikannya, bantuan militer dan finansial untuk pemberontak bersenjata harus diputus. Awal, perang dan instabilitas harus dihentikan sehingga rakyat Suriah bisa memilih siapapun yang ia kehendaki dalam suasana aman dan tenang. (IRIB)