10 Mei 2015 - 17:17
Persatuan adalah Modal Terbesar Umat Islam dalam Menghadapi Musuh

“Saya yakin, bahwa persatuan umat Islam, Sunni dan Syiah akan menjadi modal besar untuk menghadapi mereka. Upaya musuh Islam adalah meyakinkan bahwa Sunni dan Syiah itu saling bermusuhan. Alhamdulillah, banyak dari umat Islam yang sadar dan paham akan konspirasi musuh. Sehingga usaha untuk melemahkan umat Islam sampai hari ini mendapat tantangan dari umat Islam yang sadar akan pentingnya persatuan dan ukhuwah.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Nashir Makarim Shirazi diawal penyampaian pelajaran Kharij Fiqhnya di Masjid A’dzham Qom Republik Islam Iran kamis [7/5] yang dihadiri ribuan santri agama mengungkap masalah yang dihadapi umat Islam hari ini dan solusi penyelesaiannya.

“Kehidupan kita saat ini sedang terancam dengan upaya musuh yang memanfaatkan semua kemampuan yang mereka punyai untuk melemahkan umat Islam. Berbagai masalah dan semua problema yang dihadapi dunia Islam saat ini karena kelalaian umat Islam sendiri yang membiarkan diri terjebak dalam konspirasi dan tipu daya musuh-musuh Islam.” Lanjut beliau.

Ulama marja taklid ini kembali menambahkan, “Diantara konspirasi musuh Islam adalah menimbulkan perselisihan dan perpecahan di tengah-tengah umat Islam. Salah satu caranya sebagaimana kita lihat hari ini, adalah dengan membentuk ISIS. Mereka memasuki negeri-negeri Islam dan membantai umat Islam secara keji dan membabi buta. Mereka mengatasnamakan Islam untuk membenarkan tindakan biadab mereka. Yang memperparah lagi, adanya sejumlah mufti yang memfatwakan halalnya darah sesama muslim hanya karena meyakini mazhab yang berbeda.”

“Sangat mengherankan, ulama-ulama Arab Saudi, sebelumnya telah mengadakan konferensi Internasional persatuan umat Islam bahkan sampai menghadirkan Rektor dan Mufti Universitas Al Azhar yang salah satu poin kesepakatan saat itu, adalah tidak boleh saling mengkafirkan sesama muslim. Namun tidak lama berselang, justru mereka sendiri yang pertama menyeleweng dari kesepakatan tersebut, dengan menghalalkan invasi militer atas Yaman dengan dalih, yang diserang adalah orang-orang kafir.” lanjutnya.

Ulama besar hauzah ilmiah Qom tersebut dengan tegas menyebut kelompok takfiri seperti ISIS tidak memiliki rasionalitas dan logika yang sehat. “Tidak ada keraguan dalam masalah ini, bahwa mereka telah menjalankan agenda-agenda musuh Islam, baik sadar maupun tidak. Tanpa kesadaran dan persatuan dalam menghadapi konspirasi mereka, kita tidak akan bisa mengatasi masalah ini.” jelasnya.

“Disatu hari ulama-ulama Arab Saudi mengeluarkan fatwa pengharaman dan pelarangan saling mengkafirkan sesama muslim. Dihari yang lain, mereka sendiri yang kemudian mengeluarkan fatwa kafirnya kaum muslimin Yaman. Sudah sangat jelas, mereka bekerja dan berpikir bukan untuk kepentingan umat Islam. Namun berdasarkan taashshub/fanatisme dan kepentingan kelompok sendiri.” lanjut Ayatullah Makarim Shirazi.

Dalam lanjutan penyampaiannya, Ayatullah Makarim Shirazi mendoakan umat Islam dan berharap agar masalah-masalah yang dihadapi dunia Islam bisa teratasi. “Kita optimis, bahwa umat Islam akan sadar dan bangkit. Bahwa umat Islam yang sejati tidak akan merusak situs-situs berharga peninggalan sejarah dan kebesaran umat Islam terdahulu, bahwa umat Islam yang sebenarnya telah meninggalkan tradisi-tradisi jahiliah dan panggilan-panggilan kesukuan.”

“ISIS telah banyak merusak dan menghancurkan situs-situs berharga umat Islam. Bukan hanya itu, mereka juga telah banyak membantai umat Islam dengan cara-cara yang keji, yang tidak pernah ditemukan dalam catatan sejarah sebelumnya.” tambahnya.

“Saya yakin, bahwa persatuan umat Islam, Sunni dan Syiah akan menjadi modal besar untuk menghadapi mereka. Upaya musuh Islam adalah meyakinkan bahwa Sunni dan Syiah itu saling bermusuhan. Alhamdulillah, banyak dari umat Islam yang sadar dan paham akan konspirasi musuh. Sehingga usaha untuk melemahkan umat Islam sampai hari ini mendapat tantangan dari umat Islam yang sadar akan pentingnya persatuan dan ukhuwah.” pesannya.