2 April 2025 - 12:26
Aktivis Perempuan Georgia:
Perempuan Muslim Harus Mengungkap Kejahatan Rezim Zionis kepada Dunia melalui Jihad Tabyin

Seorang aktivis perempuan asal Georgia menyatakan: Jika kita, para perempuan, ingin menjadikan Sayidah Zainab (as) sebagai teladan bagi diri kita sendiri dan menjadi perempuan pejuang perlawanan bagi masyarakat dunia, kita harus bersama Imam Zaman kita dan melakukan jihad tabyīnī (jihad pencerahan).

Ahlulbait News Agency ABNA -  Panel perempuan dalam Kongres Internasional Quds Sharif ke-6 yang bertajuk "Hayy ‘Alal-Quds" diselenggarakan atas inisiatif Departemen Internasional Majma’ Ahlulbait (as) dan bekerja sama dengan Majma’ Qadimūn.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 70 aktivis perempuan dari berbagai negara, termasuk Lebanon, Suriah, Palestina, Yaman, Bahrain, Nigeria, Tanzania, Amerika Serikat, Meksiko, Ekuador, Brasil, Peru, Prancis, Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia. Acara ini berlangsung di gedung Majma’ Ahlulbait (as) di Teheran.

Dalam kesempatan ini, Ameneh Aygun Ilgarova, seorang aktivis dari Georgia, menyampaikan pidatonya secara virtual. Berikut terjemahan dari pidatonya:


Bismillahirahmarrahim

Salah satu pertanyaan penting yang harus kita jawab adalah: Bagaimana kita dapat menjadikan Sayidah Zainab (as) sebagai teladan dan menjadi perempuan pejuang perlawanan bagi masyarakat dunia? Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita harus memahami satu hal: agar seseorang dapat melangkah dengan benar dalam jalan petunjuk Ilahi, tetap teguh dalam perjalanan ini, serta mencapai kebahagiaan abadi, ia membutuhkan panutan. Sayidah Zainab (as) adalah teladan yang luar biasa bagi seluruh umat manusia, terutama bagi perempuan Muslim.

Beliau merupakan contoh dalam berbagai aspek kehidupan—kesabaran, kehormatan, kesucian, keberanian, serta keteguhan hati. Selain itu, sebagai seorang perempuan yang menghadapi berbagai penderitaan, beliau juga merupakan panutan perlawanan bagi kaum perempuan Muslim. Jika kita ingin menjadi perempuan pejuang perlawanan seperti beliau dan menjadikannya sebagai teladan, ada beberapa sifat utama dari Sayidah Zainab (as) yang harus kita pelajari. Saya akan menyebutkan dua di antaranya:

1. Bersama Imam Zaman dan Mendukungnya

Jika kita ingin berbicara tentang epos Karbala dan perjuangan Imam Husain (as), kita akan selalu melihat Sayidah Zainab (as) di sisinya. Sejak Imam Husain (as) meninggalkan Madinah menuju Makkah, kemudian ke Karbala, Sayidah Zainab (as) selalu berjalan bersamanya. Bahkan, jauh sebelum peristiwa Karbala, beliau telah mempersiapkan dirinya untuk mendukung dan menemani Imam Zaman-nya di masa depan.

Salah satu bukti nyata dari hal ini adalah mahar pernikahannya. Islam mengakui hak perempuan atas mahar mereka, dan dalam sejarah kita menemukan bahwa Sayidah Zainab (as) meminta dalam maharnya agar ia selalu dapat menemani dan mendampingi Imam Husain (as). Sikap ini adalah warisan yang beliau peroleh dari ibunya, Sayidah Fatimah Zahra (as) dan neneknya, Sayidah Khadijah (as).

Kita melihat bagaimana ibunya, Sayidah Fatimah Zahra (as), berdiri membela Imamah Imam Ali (as) hingga akhirnya beliau syahid. Begitu pula Sayidah Khadijah (as), yang memberikan seluruh hartanya untuk perjuangan Rasulullah (saww), menanggung kesulitan dengan penuh kesabaran, hingga akhirnya wafat akibat penderitaan tersebut. Demikian pula, Sayidah Zainab (as) mengorbankan jiwa, harta, dan anak-anaknya demi mendukung Imam Zaman-nya.

Hari ini, kita sebagai perempuan, jika ingin menjadi pejuang perlawanan, harus mempersiapkan diri untuk kemunculan Imam Zaman (af). Kita harus mendidik diri sendiri dan anak-anak kita sedemikian rupa, sehingga jika diperlukan, kita dapat mengorbankan diri demi Imam Zaman kita.


2. Menyebarkan Epos Karbala dan Tujuan Utama dari Kebangkitan Ini

Sayidah Zainab (as) dengan keberanian dan tanpa rasa takut menyampaikan tujuan utama dari kebangkitan Imam Husain (as) dalam tragedi Karbala kepada seluruh dunia. Beliau membuat semua orang memahami bahwa tujuan utama dari kebangkitan ini adalah untuk memastikan bahwa kebatilan tidak akan pernah menang atas kebenaran, kezaliman tidak akan pernah mengalahkan keadilan, dan pemerintahan non-ilahi tidak akan pernah mengalahkan pemerintahan ilahi.

Dengan kata lain, Sayidah Zainab (as) melakukan jihad tabyīnī (jihad pencerahan). Jika beliau tidak menyampaikan pesan dari epos Karbala, maka Karbala akan tetap terkubur di Karbala.

Hari ini, kita para perempuan juga harus melakukan hal yang sama. Kita harus menyampaikan kezaliman, ketidakadilan, dan penindasan yang terjadi di dunia, serta perjuangan orang-orang yang membela keadilan.

Kita harus mengungkap berbagai kezaliman yang terjadi, seperti yang dialami rakyat Palestina, Gaza, Suriah, serta berbagai belahan dunia lainnya. Kita harus menyebarluaskan informasi tentang ketidakadilan ini melalui berbagai program dan platform media, agar semua orang di dunia mengetahui kebenaran.

Dengan kata lain, kita harus meneladani Ummul Maṣā’ib (Ibu Segala Penderitaan, yaitu Sayidah Zainab as) dalam jihad tabyīnī, sehingga suara kebenaran dapat didengar di seluruh dunia dan hati-hati yang mati dapat dihidupkan kembali.

Jika kita, para perempuan, ingin menjadikan Sayidah Zainab (as) sebagai panutan dan menjadi pejuang perlawanan bagi masyarakat dunia, maka kita harus memiliki dua sifat utama yang dimilikinya:

  1. Bersama dan mendukung Imam Zaman kita.

  2. Melakukan jihad tabyīnī (jihad pencerahan).

Hanya dengan cara inilah kita dapat menunaikan tanggung jawab kita sebagai pejuang perempuan dalam membela kebenaran dan keadilan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha