3 April 2025 - 17:59
Source: Parstoday
Sekjen PBB Tuntut Pemulihan Segera Gencatan Senjata di Gaza

Sekjen PBB, baru-baru ini menuntut diberlakukannya kembali gencatan senjata sesegera mungkin di Jalur Gaza.

Antonio Guterres, Rabu (2/4/2025) kembali mendesak pemberlakuan segera gencatan senjata di Jalur Gaza, pembebasan tawanan tanpa syarat, dan akses penuh terhadap bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah Jalur Gaza.

Ia mengatakan, “Pemboman luas Israel, dan operasi darat dalam dua hari terakhir saja telah menciptakan kerusakan parah, dan memaksa lebih dari 100.000 warga Palestina mengungsi, dari Rafah, yang sebagian besar dari mereka untuk kesekian kalinya mengungsi dengan barang bawaan yang seadanya.Sekjen PBB juga memprotes serangan pasukan Israel, ke rombongan tim dokter, dan unit gawat darurat pada 23 Maret 2025 yang menewaskan 15 orang dokter serta petugas kesehatan di Gaza.

“Sejak Oktober 2023, sedikitnya 408 petugas kesehatan di Gaza gugur, dan 280 orang di antara mereka adalah pegawai PBB,” kata Antonio Guterres.Sementara itu Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Kamis (3/4) menyinggung laporan terbaru Pelapor khusus hak atas makanan, Dewan HAM PBB, yang mendesak tekanan atas Israel, supaya menghentikan kebijakan kelaparan dan kelangkaan makanan yang dipaksakan.

Pada saat yang sama, Esmaeil Baghaei, juga menyesalkan sikap pasif sebagian negara Barat yang mengklaim sebagai pembela HAM termasuk Inggris, Kanada, Jerman, dan Prancis, terkait pelanggaran tegas dan terstruktur HAM di Gaza, dan menganggapnya sebagai bukti nyata ketidakjujuran negara-negara itu dalam hal HAM dan supremasi hukum.

Selain itu Jubir Kemlu Iran, mengingatkan tanggung jawab bersama seluruh negara untuk mencegah dan melawan kejahatan keji Israel, dan ia mendesak semua negara dunia khususnya negara-negara Islam, untuk mencegah berlanjutnya pembunuhan perempuan dan anak-anak tak berdaya Palestina, dengan solidaritas dalam lisan, serta tindakan terhadap rakyat tertindas Palestina.

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, Jumat lalu mengatakan sejak tiga minggu lalu sampai sekarang, tidak ada bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza. Ia menegaskan, kemanusiaan saat ini berada dalam masa yang paling gelap.Rezim Zionis sejak 7 Oktober 2023 melancarkan perang destruktif terhadap Jalur Gaza, yang sampai sekarang telah menyebabkan lebih dari 50.000 orang gugur, dan puluhan ribu lainnya terluka. (HS)

342/

Your Comment

You are replying to: .
captcha