2 April 2025 - 12:18
Ayatullah Khamanei: Persatuan Dunia Islam, Satu-Satunya Cara untuk Melawan Pemerasan Kekuatan-Kekuatan Besar

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, dengan menyinggung kondisi Palestina dan Lebanon yang terluka akibat kejahatan rezim Zionis dan para pendukungnya, menekankan pentingnya keteguhan Dunia Islam dalam menghadapi ujian ini.

Ahlulbait News Agency - ABNA - Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Rabu pagi ini (2/4) dalam pertemuan dengan pejabat negara, duta besar negara-negara Islam, serta sejumlah lapisan masyarakat, menegaskan bahwa kejayaan Islam yang semakin meningkat serta perlawanan terhadap kesewenang-wenangan dan pemerasan kekuatan-kekuatan besar bergantung pada persatuan dan wawasan umat Islam. Beliau menekankan uluran tangan persaudaraan Republik Islam Iran kepada semua negara Islam dan berkata: "Cara paling efektif dalam menghadapi kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh rezim Zionis dan para pendukungnya di Palestina dan Lebanon adalah persatuan, keselarasan, dan kesamaan visi antara negara-negara Islam."

Dalam pertemuan ini, Ayatullah al-Udzma Khamenei mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri yang penuh berkah kepada umat Islam dan bangsa Iran, serta menyebut hari raya ini sebagai salah satu titik penghubung antara Dunia Islam yang dapat semakin meningkatkan kehormatan Islam dan Nabi yang mulia. Beliau mengatakan: "Untuk mewujudkan kejayaan Islam yang semakin meningkat, dibutuhkan persatuan, tekad, dan wawasan umat Islam."

Beliau juga menyinggung peristiwa-peristiwa dunia yang berlangsung dengan cepat dan berkata: "Dalam menghadapi kejadian-kejadian yang cepat ini, negara-negara Islam harus dengan segera dan cermat menentukan posisi mereka serta menyusun pemikiran dan perencanaan yang tepat."

Pemimpin Revolusi menyebut populasi besar umat Islam, kekayaan alam yang melimpah, serta posisi geografis yang strategis di dunia sebagai peluang penting bagi Dunia Islam. Beliau mengatakan: "Agar dapat memanfaatkan peluang-peluang ini, diperlukan persatuan Dunia Islam. Namun, persatuan bukan berarti penyatuan seluruh negara atau keseragaman pemikiran dalam semua kecenderungan politik, melainkan pengenalan kepentingan bersama dan mendefinisikan kepentingan masing-masing dengan cara yang tidak menimbulkan perpecahan dan konflik."

Beliau menekankan bahwa Dunia Islam merupakan satu keluarga, dan negara-negara Islam harus berpikir dan bertindak berdasarkan perspektif ini. Beliau menambahkan: "Republik Islam Iran mengulurkan tangannya kepada semua negara Islam dan menganggap dirinya bersaudara serta berada dalam satu front yang utama dan mendasar bersama mereka."

Ayatullah Khamenei menilai kerja sama dan koordinasi antara negara-negara Islam sebagai faktor yang dapat mencegah agresi, kesewenang-wenangan, dan pemerasan oleh kekuatan-kekuatan zalim dan arogan. Beliau mengatakan: "Saat ini, sayangnya, pemerasan dan pemaksaan terhadap negara-negara dan bangsa-bangsa yang lemah telah menjadi praktik umum dan terang-terangan bagi kekuatan-kekuatan besar. Dalam menghadapi hal ini, kita, negara-negara Islam, harus membela hak-hak Dunia Islam dan tidak membiarkan Amerika maupun pihak lain melakukan pemerasan."

Beliau kembali menyinggung kondisi Palestina dan Lebanon yang terluka akibat kejahatan rezim Zionis dan para pendukungnya, serta menegaskan pentingnya keteguhan Dunia Islam dalam menghadapi penderitaan ini. Beliau menambahkan: "Dengan persatuan, keselarasan, dan kesamaan visi antara negara-negara Islam, pihak lain akan mempertimbangkan langkah mereka. Kami berharap para pemimpin negara-negara Islam dapat dengan tekad, semangat, dan gerakan mereka, mewujudkan umat Islam yang sesungguhnya."

Di awal pertemuan ini, Presiden Republik Islam Iran, Dr. Masoud Pezeshkian, menyebut "kehormatan, kemuliaan, persatuan, pengorbanan, persaudaraan, dan dukungan terhadap orang-orang tertindas" sebagai pelajaran utama dari bulan suci Ramadan bagi umat Islam. Beliau, dalam pidatonya yang ditujukan kepada para duta besar negara-negara Islam, menyatakan bahwa tugas utama Dunia Islam saat ini adalah menyingkirkan perbedaan dan membentuk satu kekuatan bersatu dalam menghadapi rezim Zionis dan musuh-musuh Islam. Beliau menegaskan: "Republik Islam Iran mengulurkan tangan persahabatan dan persaudaraan kepada semua negara Islam."

Dalam bagian lain pidatonya, Presiden Pezeshkian menyinggung slogan tahun ini dan berkata: "Pemerintah dengan sepenuh hati akan berusaha mewujudkan 'Investasi untuk Produksi' dalam tahun ini."

Presiden juga menanggapi propaganda musuh yang menggambarkan Republik Islam sebagai negara yang melemah dan menegaskan: "Bangsa-bangsa Muslim, karena bersandar kepada Tuhan, tidak akan pernah menjadi lemah."

Your Comment

You are replying to: .
captcha