31 Maret 2025 - 22:00
Source: Parstoday
Universitas Iran Siap Terima Mahasiswa yang Dikeluarkan dari Universitas Amerika

Sekretaris Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran Hujjatul Islam Abdol Hossein Khosrow Panah dalam pernyataan terbaru menyingung pengusiran dan pengeluaran mahasiswa-mahasiswa di Amerika Serikat (AS), karena memprotes kejahatan rezim Zionis Israel di Palestina. Dia menyatakan dukungan atas penerimaan mahasiswa-mahasiswa ini di universitas-universitas Iran.

Agresi militer rezim Zionis di Jalur Gaza dan genosida terhadap warga Palestina, serta kejahatan berkelanjutan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan rezim ilegal tersebut selama Perang Gaza, telah memicu gelombang protes terbesar oleh mahasiswa sejak protes anti-rasisme di Amerika pada tahun 2020.

Menurut Parstoday, demonstrasi dan unjuk rasa untuk mempotes kejahatan Israel telah mendapat reaksi negatif dari pemerintah AS dan hukuman bagi para peserta protes tersebut. AS, sebagai salah satu pengklaim utama pembela hak asasi manusia dan kebebasan, termasuk hak atas kebebasan berekspresi, telah berulang kali mencegah penyampaian pendapat dan penyelenggaraan demonstrasi serta protes terhadap Israel di wilayah negara tersebut.

Meskipun adanya tekanan dan pembatasan ini, gerakan mahasiswa di Amerika untuk mendukung rakyat Palestina dan mengutuk kejahatan besar rezim Zionis terus berlanjut. Kelanjutan protes ini telah menyebabkan banyak mahasiswa dan dosen masuk daftar hitam dan dikeluarkan.

Dalam hal ini, Republik Islam Iran, –sejalan dengan kebijakan yang dinyatakan dan dipraktikkan dalam mendukung rakyat Palestina yang tertindas–, kali ini juga mendukung para mahasiswa yang mendukung Palestina.

Sekjen Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran Hujjatul Islam Abdol Hossein Khosrow Panah menanggapi hal tersebut di laman pribadinya di jejaring sosial Virasty pada hari Sabtu (29/3/2025).

Dia menulis, perilaku arogansi global dalam menumpas para pejuang kebebasan dan mengeluarkan mahasiswa dari universitas-universitas Amerika karena memprotes kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina yang tertindas telah semakin menyingkap wajah sebenarnya para pengklaim pembela hak asasi manusia.

"Iran adalah rumah keadilan dan pencarian kebenaran, dan Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan, bekerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Kedokteran, mendukung penerimaan para mahasiswa ini di universitas-universitas Iran," pungkasnya. (RA)

342/

Your Comment

You are replying to: .
captcha