Netanyahu dalam sebuah pertemuan kabinet yang dihadiri oleh keluarga tahanan Israel pada hari Minggu (30/3/2025) mengklaim bahwa Tel Aviv siap melakukan perundingan untuk mencapai tahap akhir perang, yang akan mengharuskan pelucutan senjata perlawanan dan pengusiran para pemimpin perlawanan dari Gaza.
Menurut Parstoday, Netanyahu juga mengapresiasi serangan militer AS ke Yaman dan mengklaim bahwa dia berkomitmen untuk memulangkan semua tahanan Israel melalui kombinasi tekanan militer dan politik.
43 Warga Palestina Gugur Syahid pada Hari Raya Idul Fitri
Sedikitnya 43 warga Palestina gugur syahid dalam serangan udara rezim Zionis di Gaza pada hari Minggu, yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1446 H di wilayah tersebut.
Bulan Sabit Merah Palestina juga mengumumkan bahwa jenazah 14 syahid Palestina ditemukan di bawah reruntuhan Gaza selama pencarian, termasuk tujuh jenazah pekerja penyelamat dan lima pekerja Pertahanan Sipil yang telah hilang di Rafah delapan hari sebelumnya.
Haarezt Mengakui Penggunaan Warga Palestina sebagai Tameng Manusia
Surat kabar Zionis, Haaretz mengakui bahwa tentara Israel telah menggunakan warga sipil Palestina di Gaza sebagai perisai manusia setidaknya enam kali sehari. Haaretz mengutip seorang perwira tinggi yang berada di Gaza selama sembilan bulan, menyebutkan bahwa perwira ini menyaksikan penerapan taktik yang dikenal sebagai "Protokol Nyamuk" tersebut pada bulan Desember 2023.
Perlunya Tindakan Komunitas Global untuk Menghentikan Agresi Israel
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas dalam sebuah pernyataan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memaksa rezim Zionis menghentikan serangannya di Gaza, kembali ke perjanjian, dan mengakhiri pertumpahan darah yang tak henti-hentinya terhadap Palestina.
Hamas menyinggung kejahatan baru Israel pada Hari Raya Idul Fitri, dan menyatakan bahwa pembunuhan anak-anak pada hari raya ini di tenda-tenda tempat mereka terpaksa berlindung, sekali lagi mengungkapkan sifat fasis rezim penjajah dan keterasingannya dari nilai-nilai kemanusiaan dan moral apa pun.
Rincian Rencana Rezim Zionis untuk Perundingan Gencatan Senjata
Pada Kamis (27/3/2025) malam, rezim Zionis menerima rencana dari pihak-pihak yang memediasi negosiasi mengenai gencatan senjata di Gaza dan pertukaran tahanan dengan Hamas. Sebagai balasannya, pada Sabtu (29/3/2025) malam, Israel menyampaikan proposalnya sendiri.
Saluran 12 TV Israel melaporkan bahwa Tel Aviv telah menuntut pembebasan 10 tahanan Israel yang masih hidup dan pengembalian mayat 11 tahanan lainnya yang telah tewas di Gaza.
Sementara itu, Khalil al-Hayyah, Pemimpin Gerakan Hamas di Gaza, mengumumkan pada Sabtu malam bahwa Hamas telah menyetujui proposal baru yang diterimanya dari Mesir dan Qatar, dan menyatakan harapan bahwa rezim Zionis tidak akan menyabotase pelaksanaan perjanjian ini. (RA)
342/
Your Comment