31 Maret 2025 - 21:58
Source: Parstoday
Khutbah Idul Fitri, Imam Khamenei Tanggapi Ancaman AS dan Klaim Barat Mengenai Pasukan Proksi

Pemimpin Besar Revolusi Islam Imam Sayid Ali Khamenei menyampaikan khutbah Hari Raya Idul Fitri di Musala Besar Imam Khomeini ra di Tehran, Senin, 1 Syawal 1446 H/31 Maret 2025.

Dalam khutbahnya, Imam Khamenei memuji pawai penuh semangat dan bermakna rakyat Iran pada Hari al-Quds Internasional pada Jumat terakhir bulan suci Ramadan dengan partisipasi jutaan rakyat Iran.

Rahbar mengatakan, gerakan besar bangsa ini memiliki berbagai pesan bagi mereka di dunia yang perlu memahami dan mengenal bangsa Iran, dan pesan-pesan ini telah sampai ke telinga mereka.

Imam Khamenei menyebut genosida dan pembunuhan terhadap bayi-bayi yang dilakukan rezim Zionis Israel di Jalur Gaza dan Lebanon sebagai kepahitan dan kegetiran bagi umat Islam selama bulan suci Ramadan.

Rahbar menuturkan, kejahatan ini dilakukan di bawah bayang-bayang bantuan dan dukungan Amerika Serikat (AS) yang berkelanjutan terhadap geng kriminal yang merampas tanah Palestina.

Menurut Parstoday mengutip situs informasi Kantor Pemimpin Besar Revolusi Islam, Imam Khamenei menyebut rezim Zionis sebagai kekuatan proksi (pemain pengganti) para penjajah di kawasan.

"Dalam pernyataan politik yang dibuat oleh para pejabat Barat, Anda telah berulang kali mendengar mereka menyebutkan pasukan proksi, dan menuduh bangsa-bangsa pemberani dan pemuda bersemangat di kawasan sebagai proksi. Saya ingin mengatakan bahwa hanya ada satu kekuatan proksi di kawasan, dan itu adalah rezim Zionis, rezim perampas dan korup," tegasnya.

Imam Khamenei menambahkan, rezim Zionis, yang mewakili penjajah, menghasut perang, melakukan genosida, melakukan kejahatan, dan jika mendapat kesempatan, akan menginvasi negara-negara lain, seperti yang dilakukannya saat ini di Suriah.

"Mereka memasuki wilayah Suriah dan bahkan masuk ke Damaskus hingga beberapa kilometer. Rezim Zionis melakukan ini mewakili kaum kolonialis, yaitu orang-orang yang sama yang menduduki kawasan setelah Perang Dunia dan menjadikan kawasan seperti sekarang, dan kini rezim Zionis mewakili mereka untuk menindaklanjuti dan menyempurnakan pekerjaan-pekerjaan mereka," jelasnya.

Di bagian lain khutbahnya, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung klaim anti-teroris dari para penjajah yang menguasai dunia dengan uang dan media. Imam Khamenei menuturkan, orang-orang yang sama ini, yang dalam pidato dan pernyataan mereka, menyebut pembelaan bangsa-bangsa atas hak-hak dan tanah sendiri sebagai terorisme dan kejahatan, menutup mata terhadap genosida dan tindakan teroris langsung yang dilakukan oleh rezim Zionis, dan bahkan mereka membantu tindakan-tindakan  tersebut.

Imam Khamenei juga menyinggung pembunuhan terhadap tokoh-tokoh seperti Abu Jihad, Fathi Shaqaqi, Ahmed Yassin, dan Imad Mughniyeh di berbagai negara oleh rezim Zionis, dan banyaknya pembunuhan terhadap ilmuwan Irak dalam operasi rezim Zionis. Dia mengatakan, Amerika dan sejumlah negara Barat membela tindakan-tindakan teroris yang nyata ini, sementara sisanya, di dunia, hanya menonton.

Khutbah Idul Fitri, Imam Khamenei Tanggapi Ancaman AS dan Klaim Barat Mengenai Pasukan Proksi

 Pemimpin Besar Revolusi Islam Imam Sayid Ali Khamenei 

Rahbar mengecam keras ketidakpedulian para pembela hak asasi manusia terhadap kematian sekitar 20.000 anak Palestina dalam waktu kurang dari dua tahun. Dia mengatakan, tentu saja, bangsa-bangsa dunia, termasuk di Eropa dan Amerika, mengetahui kejahatan ini, dan mereka menggelar demonstrasi anti-Zionis dan Amerika, dan jika informasi lengkap diberikan, bangsa-bangsa ini pasti akan memperluas protes mereka.

Dalam semacam ringkasan fakta yang dikemukakan itu, Imam Khamenei menegaskan, kelompok-kelompok kriminal, jahat, dan pembunuh ini harus diberantas dari Palestina dan kawasan, dan ini akan terjadi atas kehendak dan kekuatan Allah SWT, dan upaya dalam hal ini merupakan tugas agama, moral, dan kemanusiaan semua manusia.

Khutbah Idul Fitri, Imam Khamenei Tanggapi Ancaman AS dan Klaim Barat Mengenai Pasukan Proksi

Imam Sayid Ali Khamenei mengimami Salat Idul Fitri di Musala Besar Imam Khomeini ra, Senin, 1 Syawal 1446 H/31 Maret 2025

Pemimpin Besar Revolusi Islam juga menyinggung ancaman terbaru Amerika terhadap Iran, dan mengatakan bahwa posisi dan sikap Iran stabil, dan permusuhan Amerika dan rezim Zionis sama seperti pada masa lalu.

"Semua harus tahu bahwa sikap kami seperti sikap kami sebelumnya. Permusuhan Amerika dan rezim Zionis juga seperti sebelumnya. Mereka mengancam akan melakukan kejahatan (serangan terhadap Iran). Jiika memang kejahatan akan dilakukan, –meskipun kami tidak begitu yakin mereka akan melakukannya, dan kemungkinannya juga kecil mereka akan melakukan kejahatan dari luar–, namun jika kejahatan itu dilakukan dari luar, mereka pasti akan mendapat balasan yang kuat," tegasnya.

Rahbar menambahkan, jika musuh, seperti beberapa tahun sebelumnya, berpikir untuk menciptakan fitnah (kerusuhan) di dalam, maka rakyat Iran akan memberikan jawaban yang tegas kepada para penghasut, seperti pada tahun-tahun lalu.

Salat Idul Fitri digelar pada Senin (31/3/2025) pagi di seluruh wilayah Republik Islam Iran dengan kehadiran luas yang tak terlupakan dari rakyat negara ini yang Mukmin dan terhormat. Di Tehran, ibu kota Iran, kerumunan jemaah yang tak terhitung jumlahnya, dengan hati penuh harapan akan rahmat dan pertolongan Allah SWT, melaksanakan salat Idul Fitri yang dipimpin oleh Imam Khamenei di Musala Besar Tehran dan jalan-jalan sekitarnya.

Khutbah Idul Fitri, Imam Khamenei Tanggapi Ancaman AS dan Klaim Barat Mengenai Pasukan Proksi

Salat Idul Fitri di Musala Besar Imam Khomeini ra di Tehran, Senin, 1 Syawal 1446 H/31 Maret 2025

Dalam khutbah pertama, Imam Khamenei mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada bangsa Iran dan umat Islam di seluruh dunia. Dia juga mengucapkan selamat Tahun Baru Hijriah Syamsiah atau Nowruz, dan Hari 12 Farvardin (hari besar penetapan Republik Islam sebagai sistem pilihan rakyat) kepada rakyat Iran. Rahbar menyebut Ramadan tahun ini sebagai bulan pertumbuhan hati dan spiritual, seiring dengan upaya politik dan gerakan iman bangsa.  (RA)

342/

Your Comment

You are replying to: .
captcha