Dalam pertemuan ini, Imam Khamenei menilai tumbuh kembangnya martabat dan kemulian Islam, dan konfrontasi terhadap intimidasi dan pemerasan kekuatan-kekuatan besar bergantung pada persatuan dan wawasan umat Islam.
Rahbar menekankan uluran tangan persaudaraan Republik Islam Iran terhadap semua pemerintahan dan negara Islam dan Muslim. Dia mengatakan, cara untuk secara efektif menghadapi kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari rezim Zionis dan para pendukungnya di Palestina dan Lebanon adalah melalui persatuan, empati, dan kolaborasi di antara negara-negara Islam dan Muslim.
Menurut Parstoday mengutip situs web informasi Kantor Rahbar, Imam Khamenei, dalam pertemuan tersebut, mengucapkan selamat kepada umat Islam di seluruh dunia dan bangsa Iran atas datangnya Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Rahbar menyebut Idul Fitri ini sebagai salah satu titik koneksi dan penghubung dunia Islam satu dengan yang lainnya dan menyebabkan peningkatan martabat Islam dan Nabi Agung Muhammad SAW. Dia menagatakan, terwujudnya kemuliaan Islam yang terus meningkat memerlukan persatuan, tekad, dan wawasan Umat Islam.
Imam Khamenei menyinggung peristiwa global yang begitu cepat dan beruntun, dan mengatakan, "Dalam menanggapi peristiwa yang cepat ini, pemerintah-pemerintah Islam harus dengan cepat dan teliti menentukan posisi mereka, dan berpikir dan membuat rencana untuk menghadapinya."
Rahbar dalam kelanjutan pidatonya menganggap jumlah penduduk Muslim yang besar, kekayaan alam yang melimpah, dan letaknya yang berada di wilayah geografi sensitif dunia sebagai peluang penting bagi dunia Islam.
Imam Khamenei mengatakan, "Hal yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang dan situasi sensitif ini adalah persatuan dunia Islam. Tentu saja, persatuan tidak berarti penyatuan semua pemerintahan atau mereka berpikiran sama dalam semua tren politik, tetapi lebih berarti mengetahui dan memahami kepentingan bersama, dan mendefinisikan kepentingan sendiri sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan pertentangan, konflik, atau perselisihan satu sama lain.
Rahbar menegaskan bahwa seluruh dunia Islam adalah satu keluarga dan pemerintahan-pemerintahan Islam harus berpikir dan bertindak dengan perspektif ini. "Republik Islam Iran mengulurkan tangannya kepada semua pemerintahan Islam dan menganggap dirinya bersaudara dengan mereka, dan berada pada front umum dan mendasar," ujarnya.
Pemimpin Besar Revolusi Islam menganggap kerja sama dan kesamaan pemikiran pemerintahan-pemerintahan Islam sebagai penghalang dan pencegah terhadap agresi, pemaksaan, intimidasi dan pemerasan oleh kekuatan-kekuatan agresor dan penindas.
"Saat ini, sayangnya, pemerasan terhadap pemerintah-pemerintah dan bangsa-bangsa lemah telah menjadi praktik umum dan jelas dari kekuatan-kekuatan besar. Sebagai tanggapan, kita negara-negara Islam dan Muslim harus membela hak-hak dunia Islam dan tidak membiarkan Amerika dan non-Amerika melakukan pemerasan," tegasnya.
Rahbar lebih lanjut menyinggung para korban luka-luka yang dialami warga Palestina dan Lebanon akibat kejahatan rezim Zionis Israel dan para pendukungnya. Dia menegaskan perlunya dunia Islam untuk berdiri teguh menghadapi penderitaan ini.
"Dengan persatuan, empati, dan kolaborasi dari pemerintahan-pemerintahan Islam, pihak-pihak lain akan memperhitungkan tindakan mereka sendiri. Kami berharap para pejabat negara-negara Islam akan mampu membentuk umat Islam dalam arti yang sebenarnya dengan usaha, motivasi, dan gerakan mereka," tegas Rahbar.
Sebelum Pemimpin Besar Revolusi Islam menyampaikan pidato dalam pertemuan tersebut, Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan sambutannya.
Pezeshkian dalam sambutan singkatnya menganggap kehormatan, kemuliaan, kebanggaan, persatuan, pengampunan, persaudaraan, dan membantu orang-orang tertindas sebagai ajaran-ajaran paling penting di bulan suci Ramadan bagi umat Islam.
Di hadapan duta besar negara-negara Islam dan Muslim itu, Presiden Iran menyatakan bahwa tugas dunia Islam saat ini adalah mengesampingkan perbedaan-perbedaan dan membentuk front persatuan untuk melawan rezim Zionis dan musuh-musuh Islam. "Republik Islam Iran mengulurkan tangan persahabatan dan persaudaraan kepada semua negara Islam," pungkasnya. (RA)
342/
Your Comment