Berikut ini sejumlah berita seputar peristiwa yang terjadi di Amerika Serikat, yang dihimpun oleh Pars Today, dalam seminggu terakhir,
Demonstrasi Memprotes Elon Musk di AS dan Eropa
Demonstrasi memprotes wewenang luas yang diberikan kepada Elon Musk, miliarder AS, di pemerintahan Gedung Putih, dan langkahnya memecat para pegawai instansi pemerintah federal, hari Sabtu (29/3/2025) digelar di AS, Kanada, dan beberapa kota Eropa, terutama di depan showroom perusahaan otomotif Tesla.
Spanduk-spanduk yang mereka bawa bertuliskan, “Musk Mencuri Uang Kita”, “Kembalikan Negara Kami”, dan beberapa demonstran menuntut penutupan DOGE, Departemen Efisiensi Pemerintah AS yang dipimpin Elon Musk.
Belum lama ini, upaya Elon Musk, untuk menurunkan anggaran pemerintah Amerika Serikat, telah menimbulkan gelombang pemecatan para pegawai pemerintah negara ini.
Penembakan di AS, Dua Terbunuh, Empat Terluka
Pemerintah AS, Sabtu mengumumkan, aksi penembakan di sebuah acara pesta para pelajar SMA Spanaway Lake, di Tacoma, Washington, menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya, korban berusia antara 16 hingga 21 tahun.
Kepolisian AS mengumumkan, rumah-rumah dan kendaraan di sekitar lokasi, juga terkena tembakan. Seorang pria ditangkap dalam insiden ini. Badan Arsip Kekerasan Bersenjata AS, GVA, sebelumnya mengabarkan, pada tahun 2023 lebih dari 42.000 orang di AS terbunuh karena senjata api dan senjata tajam.
Kemungkinan Penggunaan Militer oleh AS untuk Caplok Greenland
Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC News, Minggu (30/3) dinihari mengaku yakin seratus persen bisa menggabungkan Greenland dengan wilayah AS, dan tidak membantah kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk tujuan ini.
Trump mengatakan, “Kemungkinan besar kita akan memiliki Greenland, tanpa menggunakan kekuatan militer, tapi saya tidak membantah penggunaan cara apa pun untuk menguasai kepulauan ini, dan saya tidak menyingkirkan opsi apa pun dari atas meja”
Pada saat yang sama pemerintah lokal Greenland, selalu membantah klaim para pejabat Amerika Serikat, dan mengumumkan bahwa kepulauan Greenland, tidak untuk dijual, dan tidak akan pernah menjadi bagian dari AS.
Rilis Unggahan Anti-Zionis, Dokter di AS Ini Dipecat
Dr. Laila Abbassy, yang bekerja di rumah sakit Mount Sinai, kota New York, AS, dipecat setelah mengunggah konten anti-militer Israel, dan memprotes pembunuhan bayi-bayi Palestina oleh tentara Zionis.
Surat kabar New York Times, Sabtu (29/3) mengutip Juru bicara Mount Sinai Health System, melaporkan, Laila Abbassy, dipecat karena pesan-pesan dukungan atas Hamas, dan Hizbullah Lebanon, di dunia maya. Ia dipecat awal bulan Maret 2025 lalu.
Menanggapi pemecatannya, Laila Abbassy mengunggah ungkapan, “Hidup Hamas dan Hizbullah.” Ia juga menyebut pasukan Israel, sebagai wabah penyakit, dan menuduh Rezim Zionis, telah melakukan pembunuhan terhadap anak-anak.
Legislator AS: Pemerintahan Trump Tumpas Unjuk Rasa dengan Tebarkan Ketakutan
Anggota Kongres AS, Ayanna Soyini Pressley, Sabtu (29/3) memprotes keras penangkapan Romisa Ozturk, mahasiswa pro-Palestina, di kota Somerville, Massachusetts, dan menuduh Presiden AS Donald Trump, menakut-nakuti mahasiswa serta menumpas demonstrasi.Ia mengatakan, “Ozturk sedang berjalan menuju lokasi untuk berbuka puasa tiba-tiba beberapa polisi berpakaian sipil mengepungnya, mengambil telepon genggamnya, dan memakaikan borgol di tangannya. Saat itu ia tidak membawa serta obat asmanya, dan ini adalah pelanggaran hak asasi manusia.”
Anggota Kongres dari Partai Demokrat itu menambahkan, “Pemerintah Trump, menakut-nakuti mahasiswa untuk menumpas aksi unjuk rasa, inilah yang dilakukan seorang diktator. Ini adalah serangan asli terhadap pilar-pilar demokrasi kita.”Pada hari Rabu lalu ratusan orang di negara bagian Massachusetts, menggelar unjuk rasa memprotes penangkapan mahasiswa tersebut, dan menuntut pembebasannya. (HS)
342/
Your Comment