Rezim Zionis telah meningkatkan kebrutalannya terhadap warga Palestina di Gaza dalam beberapa minggu terakhir, dan masalah ini kini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional.
Menurut Parstoday, UNRWA dalam laporan mingguan terbarunya tentang situasi di Gaza dan Tepi Barat, menyebutkan bahwa pengungsian paksa lebih dari 142.000 orang terjadi hanya antara tanggal 18 dan 23 Maret 2025 saja.
Disebutkan pula bahwa lebih dari 180 anak gugur syahid di Gaza pada tanggal 18 Maret saja, yang menjadikannya salah satu hari paling mematikan bagi anak-anak Palestina dalam setahun terakhir.
Menurut laporan UNRWA, sejak 2 Maret 2025, ketika militer Zionis memberlakukan blokade penuh terhadap Gaza, tidak ada bantuan atau peralatan kemanusiaan yang memasuki wilayah tersebut.
Blokade, yang sejauh ini telah terjadi selama lebih dari tiga minggu, berlangsung lebih lama daripada pengepungan awal pada bulan Oktober 2023 pada awal perang, sehingga menciptakan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Operasi militer Israel di kota-kota dan distrik Palestina di utara Tepi Barat yang diduduki, termasuk Jenin, telah menjadi operasi militer terpanjang di wilayah tersebut sejak Intifada Kedua. Serangan ini telah menyebabkan gelombang pengungsian penduduk Palestina terbesar sejak tahun 1967.
UNRWA sekali lagi menyerukan diakhirinya blokade Gaza, dan masuknya bantuan kemanusiaan secara luas ke wilayah ini, serta penetapan gencatan senjata untuk melindungi kehidupan warga sipil. (RA)
342/
Your Comment