24 Maret 2025 - 20:36
Gaza dalam Api: Laporan Kerugian Kemanusiaan dan Infrastruktur dalam 534 Hari Perang

Selama 534 hari terakhir, Gaza telah menyaksikan genosida dan pembersihan etnis yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menyebabkan kesyahidan dan hilangnya lebih dari 61.000 orang serta tercatatnya 12.000 kasus pembantaian.

Ahlulbait News Agency -ABNA- Menurut laporan Kantor Media Palestina yang dipublikasikan oleh Kantor Berita Internasional Ahlulbait (ABNA), statistik terbaru mengenai perang dan genosida yang dilakukan oleh penjajah Israel di Gaza telah dipublikasikan. Perang ini telah berlangsung selama 534 hari tanpa henti.

Laporan ini berisi data mengkhawatirkan tentang kondisi kemanusiaan dan sosial di Gaza sebagai berikut:

Periode: Sabtu, 7 Oktober 2023 hingga hari ini, Minggu, 23 Maret 2025 (534 hari).

  • 534 hari genosida dan pembersihan etnis terus berlanjut.
  • 12.000 pembantaian dilakukan oleh pasukan penjajah Israel.
  • 61.221 syahid dan orang hilang telah tercatat.
  • Lebih dari 11.200 orang hilang, termasuk syuhada yang tidak sampai ke rumah sakit serta mereka yang nasibnya tidak diketahui.
  • 50.021 syahid yang jenazahnya telah tercatat di rumah sakit (Kementerian Kesehatan).
  • 11.850 pembantaian terhadap keluarga Palestina (Kementerian Kesehatan).
  • 2.165 keluarga Palestina telah dihapus sepenuhnya dari catatan kependudukan karena seluruh anggota keluarga mereka—ayah, ibu, dan anak-anak—dibantai, dengan total 6.161 syahid (Kementerian Kesehatan).
  • 5.064 keluarga Palestina dihancurkan oleh penjajah, dengan hanya satu anggota keluarga yang selamat; total syuhada dari keluarga-keluarga ini lebih dari 9.272 (Kementerian Kesehatan).
  • 17.954 anak-anak gugur sebagai syahid.
  • 274 bayi gugur saat lahir.
  • 876 bayi di bawah satu tahun gugur dalam genosida ini.
  • 52 syahid akibat kelaparan dan kebijakan pemaksaan kelaparan.
  • 17 syahid akibat kedinginan di tenda pengungsian, termasuk 14 anak-anak.
  • 12.365 perempuan gugur sebagai syahid akibat serangan penjajah Israel.
  • 1.394 tenaga medis gugur sebagai syahid (Kementerian Kesehatan).
  • 105 petugas pemadam kebakaran gugur akibat serangan penjajah.
  • 206 jurnalis gugur akibat serangan penjajah.
  • 743 relawan kemanusiaan gugur akibat serangan penjajah.
  • 154 serangan terhadap tenaga keamanan yang mengawal konvoi bantuan kemanusiaan oleh penjajah.
  • 7 kuburan massal yang dibuat penjajah di dalam rumah sakit.
  • 527 jenazah syuhada ditemukan dari 7 kuburan massal di rumah sakit.
  • 113.274 orang terluka dan dirawat di rumah sakit (Kementerian Kesehatan).
  • 17.000 korban luka memerlukan perawatan jangka panjang (Kementerian Kesehatan).
  • 4.700 korban luka mengalami amputasi, 18% di antaranya adalah anak-anak (Kementerian Kesehatan).
  • Lebih dari 60% korban adalah perempuan dan anak-anak.
  • 400 jurnalis dan pekerja media terluka.
  • 226 pusat pengungsian diserang oleh penjajah.
  • 10% wilayah Gaza secara keliru ditetapkan sebagai "zona kemanusiaan" oleh penjajah.
  • 39.384 anak kini hidup tanpa satu atau kedua orang tua.
  • 14.323 perempuan kehilangan suami dalam genosida ini.
  • 3.500 anak menghadapi risiko kematian akibat kekurangan gizi dan kelaparan.
  • 22.000 pasien membutuhkan perawatan medis di luar negeri.
  • 13.000 pasien dan korban luka telah menyelesaikan prosedur rujukan tetapi masih menunggu izin perjalanan.
  • 12.500 penderita kanker dalam bahaya karena kurangnya pengobatan.
  • 3.000 pasien dengan berbagai kondisi medis membutuhkan perawatan di luar negeri.
  • 2.136.026 kasus penyakit menular akibat pengungsian (Kementerian Kesehatan).
  • 71.338 kasus infeksi hepatitis akibat pengungsian.
  • Hampir 60.000 perempuan hamil dalam risiko tinggi karena kurangnya layanan kesehatan.
  • 350.000 pasien penyakit kronis dalam bahaya karena penjajah melarang masuknya obat-obatan.
  • 6.628 orang ditangkap oleh penjajah dari Gaza.
  • 360 tenaga medis ditangkap, termasuk 3 dokter yang dieksekusi di penjara.
  • 48 jurnalis ditangkap.
  • 26 petugas pemadam kebakaran ditangkap.
  • Hampir 2 juta orang mengungsi di Gaza.
  • 110.000 tenda rusak dan tidak layak digunakan untuk pengungsi.
  • 280.000 keluarga di Gaza membutuhkan tenda, karavan, atau rumah sementara.
  • 221 bangunan pemerintahan dihancurkan oleh penjajah.
  • 139 sekolah dan universitas hancur total akibat serangan penjajah.
  • 359 sekolah dan universitas mengalami kerusakan sebagian akibat serangan penjajah.
  • 12.900 siswa gugur akibat serangan penjajah.
  • 785.000 siswa kehilangan akses pendidikan akibat pendudukan.
  • 800 guru dan tenaga pendidikan gugur akibat serangan penjajah.
  • 150 ilmuwan, akademisi, dan dosen universitas gugur akibat serangan penjajah.
  • 825 masjid dihancurkan sepenuhnya.
  • 161 masjid rusak parah dan membutuhkan renovasi.
  • 3 gereja menjadi target serangan dan dihancurkan.
  • 19 pemakaman dihancurkan sebagian atau seluruhnya dari total 60 pemakaman.
  • 2.300 jenazah dicuri penjajah dari pemakaman Gaza.
  • Hampir 165.000 unit rumah hancur total.
  • Hampir 115.000 unit rumah rusak berat dan tidak layak huni.
  • Hampir 200.000 unit rumah mengalami kerusakan sebagian.
  • Lebih dari 100.000 ton bahan peledak dijatuhkan ke Gaza.
  • 34 rumah sakit dibakar, diserang, atau dinonaktifkan.
  • 80 pusat kesehatan ditutup paksa oleh penjajah.
  • 162 fasilitas kesehatan menjadi target serangan.
  • 138 ambulans menjadi target serangan.
  • 206 situs bersejarah dan budaya dihancurkan.
  • 88% infrastruktur Gaza hancur.
  • Kerugian awal langsung akibat genosida melebihi 41 miliar dolar.

Data ini mencerminkan krisis kemanusiaan yang parah di Gaza dan mendesak perhatian serta tindakan segera dari komunitas internasional.

Tanggal Publikasi: Minggu, 23 Maret 2025. 

Your Comment

You are replying to: .
captcha