30 Oktober 2024 - 19:28
Araghchi: Tidak Ada Satu Teroris pun yang Kebal di Iran Meski Dilindungi Jerman

Menteri Luar Negeri Iran, terkait eksekusi mati Pemimpin kelompok teroris Tondar, di Iran, dan reaksi pemerintah Jerman, mengatakan, tidak ada seorang pun teroris yang kebal di Iran, sekalipun ia dilindungi pemerintah Jerman.

Setelah bertahun-tahun melakukan kejahatan terhadap rakyat Iran, pemimpin kelompok teroris Tondar, Jamshid Sharmahd, berkebangsaan Jerman, dihukum mati setelah melalui proses hukum, dan mendapat keputusan akhir pengadilan di Dewan Tinggi Iran, pada 28 Oktober 2024.

Kelompok teroris Tondar, selain melakukan peledakan di Huseiniyah Sayid As Syuhada di kota Shiraz, Iran pada tahun 2008 yang menyebabkan 14 warga sipil Iran gugur, dan 300 lainnya terluka, dalam beberapa tahun terakhir juga bermaksud melancarkan aksi teror termasuk peledakan bendungan Shiraz, dan peledakan bom di pameran buku Tehran.

Akan tetapi berkat keunggulan intelijen aparat keamanan Iran, upaya-upaya teror tersebut berhasil digagalkan. Kelompok teroris ini juga terlibat dalam aksi teror terhadap Masoud Ali Mohammadi, salah satu ilmuwan industri nuklir Iran.

Jamshid Sharhmahd, Pemimpin kelompok teroris Tondar, saat melakukan aksi teror di Iran, di sebuah video rekaman mengatakan, "Kami tidak malu membunuh orang, memangnya kami memungkiri telah melakukan peledakan di Shiraz, kami meneror, menebar ketakutan."

Setelah eksekusi mati dilaksanakan terhadap Jamshid Sharmahd, Kementerian Luar Negeri Jerman, memanggil Kuasa Usaha Iran. Di sisi lain Menlu Iran Sayid Abbas Araghchi, merespons langkah pemerintah Jerman dan mengatakan, "Paspor Jerman, tidak punya kekebalan bagi siapa pun apalagi teroris."

Ia menambahkan, "Jamshid Shahrmahd, terang-terangan, dan tanpa malu mengaku memimpin serangan teror ke sebuah Huseiniyah yang menyebabkan 14 warga tak bersalah gugur termasuk perempuan dan anak-anak. Lebih dari 200 orang terluka dalam teror ini. Terdapat bukti yang cukup, dan bisa diakses semua orang."

Menlu Iran, kepada pemerintah Jerman mengatakan, "Berhentilah menutup-nutupi, dan hentikan permainan psikologis, dan jangan bersembunyi di balik slogan-slogan hak asasi manusia secara munafik. Bahkan masyarakat Jerman sendiri mengolok-olok klaim-klaim HAM Anda."

Araghchi, menuturkan, rakyat Iran, tidak akan pernah melupakan senjata-senjata kimia yang diberikan warga Jerman, terhadap Rezim Saddam Hussein. "Pemerintah Jerman, terlibat dalam kejahatan genosida berkelanjutan Rezim Israel, pasalnya Jerman, adalah pemasok kedua terbesar senjata mematikan ke Israel, untuk melakukan genosida Gaza, dan membunuh warga Lebanon."

Menlu Iran, juga merespons intervensi Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell, terkait eksekusi mati Pemimpin kelompok teroris Tondar, dan mengatakan, "Eropa adalah simbol hipokrisi."

Menlu Iran mengaku ingin mempercayai kata-kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, saat mengatakan, "Kehidupan dan kemuliaan manusia harus didukung", tapi masalahnya kolega-kolega Borrell, di Eropa, tanpa malu mendukung genosida di Gaza dan pembunuhan di Lebanon." (HS)