Menurut keterangan NHS, Inggris, adalah salah satu negara dengan tingkat penderita penyakit demensia tertinggi di dunia.
Demensia sendiri adalah istilah untuk sekelompok gejala yang memengaruhi memori, kemampuan berpikir, dan kemampuan sosial yang cukup parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Di antara gejala demensia adalah gangguan parah dan terkadang akut pada proses psikologis yang secara umum dapat dilihat pada kegagalan kinerja memori, konsentrasi, afasia, perubahan psikologis, dan gangguan aktivitas keseharian.
Data NHS, menunjukkan, pada bulan Juni 2024, lebih dari 487.000 orang di Inggris, menderita penyakit demensia. Sehubungan ini The Guardian menulis, "Jumlah penderita penyakit demensia di Inggris, dibandingkan bulan Januari 2023, mengalami peningkatan 12 persen."
Peningkatan cepat jumlah penderita demensia di Inggris, bisa dianggap sebagai krisis nasional, dan menjadi peringatan bagi sistem pelayanan kesehatan negara yang sekarang berada di bawah tekanan besar biaya perawatan kesehatan ini.
Laporan sejumlah anggota Parlemen Inggris, terkait demensia muncul dari perilaku diskriminatif terhadap para penderita penyakit ini.
Lebih dari 115.000 penderita penyakit demensia karena tinggal di wilayah-wilayah miskin negara ini, tidak berhasil diidentifikasi penyakitnya, dan kesulitan untuk diobati.
Dalam laporan ini, beberapa kasus seperti hambatan struktural, konflik budaya, perbedaan dalam merujuk ke tempat praktik dokter keluarga, lamanya uji coba memori, tidak adanya dukungan setelah terdeteksi menderita demensia, kelangkaan peralatan scan, termasuk di antara diskriminasi yang dimaksud.
Lembaga amal khusus perawatan penderita demensia di Inggris, baru-baru ini mengumumkan, dari setiap 10 kasus kematian di negara ini, satu kasusnya disebabkan oleh demensia dan Alzheimer.
Lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, dan diperkirakan jumlah ini akan bertambah menjadi 153 juta orang pada tahun 2050.
Di antara negara dunia dengan tingkat demensia tertinggi adalah Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada, dan ini dipicu oleh kenaikan signifikan gangguan psikologis tersebut. (HS)