Iran, dari sisi transportasi dan transit barang dunia menempati posisi yang strategis secara geopolitik. Beberapa media dunia menyebut Iran, sebagai "persimpangan transit dunia". Keamanan, jalur yang pendek, dan lebih hemat biaya, merupakan keunggulan transit di Iran.
Mohammad Rezvanifar, Kepala Bea Cukai Iran, mengatakan, Bea Cukai Piranshahr, di Provinsi Azerbaijan Barat, mengalami peningkatan transit 661 persen dalam empat bulan terakhir dibandingkan rentang waktu yang sama tahun lalu, dan menjadi pertumbuhan tertinggi di antara Bea Cukai asal transit lain di Iran.
Ia menambahkan, setelah Bea Cukai Piranshahr, kenaikan angka transit asing dari lokasi berangkat Bea Cukai Sarakhs, Parvizkhan, dan Bashmagh, dalam empat bulan terakhir masing-masing mengalami peningkatan transit sebesar 286, 197 dan 111 persen.
Menurut Rezvanifar, dalam empat bulan terakhir, volume transit asing terbesar, berasal dari lokasi pemberangkatan Parvizkhan.
"Dalam rentang waktu ini, 2.166 ton barang asing dari Bea Cukai Parvizkhan, Provinsi Kermanshah, transit di Iran, dan Bea Cukai daerah khusus Shahid Rajaei, Bashmagh, Bazargan, dan Piranshahr, berada di urutan berikutnya," papar Rezvanfar.
Sehubungan dengan ini, Seyed Miad Salehi, Direktur Perusahaan Jawatan Kereta Api Iran mengatakan, Iran, berperan sebagai pintu gerbang cepat dan aman transportasi produk-produk Cina, ke Uni Eropa.
Pada hari Minggu (21/7/2024) rute kereta kontainer ganda Iran-Cina, secara resmi beroperasi. Dalam acara yang digelar di pelabuhan daratan (dry port) Aprin, Tehran, tahap pertama jalur kereta rute Cina-Iran-Eropa, mulai dioperasikan. (HS)
342/