Sebagai sebuah gerakan politik, Zionisme, selalu kontroversial, dan karena semangat menyebarkan kebencian yang tinggi, banyak yang memandang negatif kepadanya. Salah satu masalah mendasar yang meningkatkan semangat kebencian di tubuh Zionisme, adalah strategi yang disebut membela orang-orang Yahudi, dan pendirian negara Israel. Di sini akan dibahas beberapa faktor utama yang menyebabkan semangat kebencian ini meningkat pesat di tengah pengikut gerakan ekstrem Zionisme dunia.
Ekstremisme Agama dan Rasisme Ekstrenal Akar kebencian lain dalam Zionisme, adalah keyakinan terhadap agama dan ras terunggul. Ideologi Zionisme, terutama dalam bentuknya yang ekstrem, meyakini Yahudi sebagai agama dan ras terunggul. Yahudi adalah kaum pilihan Tuhan, dan berhak memerintah tanah Palestina, dan sebagian wilayah Asia Barat. Keyakinan semacam ini membuahkan kebijakan-kebijakan semacam pendudukan, Apartheid, dan kejahatan-kejahatan kemanusiaan yang memperkuat perasaan kebencian, dan dendam di tengah masyarakat Yahudi, serta Zionis. Pembangunan dan perluasan distrik-distrik Israel, di tanah Palestina, yang berulangkali dikecam PBB, adalah salah satu contoh kebijakan ini bahwa kelanggengan Israel, tergantung pada kelanggengan serta peningkatan kebencian terhadap orang lain.
Rasisme Internal Salah satu alasan meningkatnya kebencian di tengah orang-orang Zionis, adalah rasisme internal yang banyak dialami oleh Zionis dari orang-orang Yahudi lain. Rasisme internal ini adalah sebentuk reaksi terhadap sejarah panjang anti-Yahudi, dan diskriminasi terhadap orang-orang Yahudi, yang dilakukan oleh kelompok Yahudi lain. Kemudian perasaan terhina, dilecehkan, dan direndahkan sebagian Yahudi, tersebut dilampiaskan kepada orang lain terutama rakyat Palestina, dalam bentuk kebijakan agresi, dan militer terhadap mereka.
342/