Pada hari ke-39 operasi Badai al-Aqsa dan serangan udara besar-besaran rezim Zionis terhadap Gaza, situasi di semua rumah sakit di Gaza memprihatinkan. Rumah sakit telah kekurangan bahan bakar, bahkan sebagiannya telah kehabisan bahan bakar dan kekurangan peralatan medis.
Selain itu, bahan makanan juga habis dan pemadaman listrik juga berlanjut. Banyak tim evakuasi dan staf medis yang gugur akibat serangan udara Israel. Menurut petugas medis, nyawa korban luka dan sakit, terutama para bayi dan anak-anak yang membutuhkan perawatan khusus, berada dalam bahaya serius.
Militer Zionis telah mencetak rekor baru dalam perang yang tidak seimbang ini, dan telah beralih dari membunuh anak-anak menjadi membunuh para bayi. Sebelum akta kelahiran dikeluarkan untuk para bayi di Gaza, mereka terlebih dahulu diberikan akta kematian disebabkan serangan Israel. Bayi-bayi di Gaza gugur bahkan sebelum mereka diberi nama oleh orang tuanya.
Invasi militer Israel ke Gaza telah menghancurkan hampir separuh wilayah yang diblokade dari udara, laut dan darat ini. Oleh karena itu, menurut para pengamat, penjajah Zionis mengejar rencana gagalnya untuk menggambarkan geografi perkotaan baru untuk Gaza.
Serangan rezim Zionis yang dilakukan secara sistematis untuk menghancurkan separuh bangunan di Gaza dan melenyapkan sekitar 25.000 hektar lahan pertanian, sekaligus menghancurkan instalasi dan jaringan air dan listrik, serta layanan publik adalah untuk memaksa ratusan ribu warga Palestina meninggalkan Gaza, terutama Gaza utara.
342/