Menurut laporan Koran Neda al-Watan mengutip sumber-sumber diplomatik, utusan khusus sekjen PBB untuk urusan Israel berusaha bertemu denagn Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah.
Menurut sumber-sumber diplomatik, dalam pertemuan ini, utusan PBB akan meminta sikap Hizbullah dari Sayid Hasan Nasrallah terkait tekanan organisasi tersebut terhadap Israel untuk mundur dari al-Ghajar dan perbukitan Kafr Shuba dan sebagian Ladang Shebaa milik Lebanon, dan setelah mendapat jawaban dari sekjen Hizbullah, PBB akan mengambil sikap mereka mengenai perkembangan perbatasan baru-baru ini antara Lebanon dan rezim Zionis.
Selama beberapa hari terakhir, rezim Zionis menduduki sebagian wilayah desa al-Ghajar dan membangkitkan protes rakyat Lebanon, dan bahkan militer negara ini mulai mengambil sikap.
Hizbullah Kamis (6/7/2023) dalam statemennya memperingatkan pergerakan mencurigakan Zionis di wilayah utara distrik perbatasan al-Ghajar, dan menyatakan, "Baru-baru ini pasukan rezim penjajah Zionis melakukan langkah-langkah berbahaya di wilayah utara distrik perbatasan al-Ghajar. Wilayah tersebut telah diakui secara resmi oleh PBB sebagai wilayah Lebanon." (MF)
342/