Pada hari Kamis, sumber-sumber Arab mengumumkan adanya ketegangan keamanan yang nyata di perbatasan selatan Lebanon setelah tentara Israel menyerbu perbukitan Kafr Shuba.
Penduduk Kafr Shuba juga berdemonstrasi di belakang pagar kawat berduri (garis biru) untuk memprotes operasi penggalian dan agresi tentara Zionis, dan menuntut pasukan penjaga perdamaian UNIFIL PBB menjaga hal-hak mereka.
Menyusul ketegangan ini, tentara Lebanon dan rezim Zionis menyiagakan pasukannya di perbatasan selatan Lebanon, dan pasukan UNIFIL juga mengirimkan peralatan dan pasukannya ke daerah ini.
Media Ibrani mengumumkan bahwa dalam kondisi saat ini di wilayah perbatasan selatan Lebanon, Israel mengkhawatirkan berdirinya brigade khusus Hizbullah, dan unit ini telah menjadi mimpi buruk bagi perwira senior rezim Zionis.
Analis politik dan jurnalis Zionis Yoni Bin Menachem mengatakan, "Selain persenjataan rudal yang sangat besar, Hizbullah memiliki kekuatan darat kuat yang sedang dilatih untuk menduduki Al-Jalil, dan kekuatan darat ini disebut brigade Ridwan,"..
Setelah perang Juli 2006, brigade Ridwan didirikan oleh Imad Mughniyeh, komandan sayap militer Hizbullah, dan terdiri dari pasukan khusus Hizbullah yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2.500 pejuang.
Pasukan khusus Ridwan telah melakukan banyak pelatihan keras dan memperoleh pengalaman praktis yang luas di Suriah. Selain pertempuran militer, mereka juga memiliki banyak keahlian dalam informasi dan perang dunia maya.
342/