Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran Hujjatul Islam wa Muslimin Dr. Sayid Ibrahim Raisi dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat dan tamu asing yang berpartisipasi dalam Konferensi Persatuan Islam ke-36 yang turut dihadiri Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamanei menyebut Nabi Besar Muhammad saw sebagai teladan terbesar umat manusia untuk keadilan, rasionalitas, spiritualitas dan moralitas, dan dengan menyebutkan upaya-upaya musuh gerakan kenabian untuk membunuh karakter dan kepribadian Nabi Muhammad saw. Raisi berkata, “Hari ini, elemen gerakan anti-Islam berbaris melawan para pengikut nabi, upaya yang mereka gencarkan adalah dalam bentuk terorisme budaya dan ekonomi yang masih sedang berlangsung, namun sebagaimana sebelumnya mereka tidak dapat menghentikan universalisasi gerakan Nabi. Mereka tidak akan dapat menghentikan bangsa yang menganut nilai-nilai Nabi hari ini.”
Presiden Raisi kemudian menganggap penyebab dendam musuh terhadap bangsa Iran adalah perkembangan yang menakjubkan dan menyeluruh yang telah dicapai bangsa Iran. Ia berkata, “ Dalam perjalanan baru-baru ini ke New York, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta maaf dalam pertemuan pribadi dan mengatakan bahwa meskipun banyak upaya, saya tidak bisa mencabut sanksi terkait virus Corona terhadap Iran, yang Dia jawab bahwa bangsa Iran selalu menciptakan peluang dari ancaman dan sanksi, dan dalam kasus Corona, kami menjadi eksportir dengan pengaktifan enam sentra produksi vaksin, dan hari ini kita adalah salah satu negara teratas di dunia dalam menangani penyakit ini.”
Merujuk pada statistik kemajuan ilmu pengetahuan, pertumbuhan ekonomi, penurunan inflasi dan peningkatan kerja sama komersial dan internasional negara kita, Presiden Republik Islam Iran mengucapkan terima kasih kepada rakyat atas kerja sama yang tulus dengan pemerintah, terutama dalam pelaksanaan ekonomi. Presiden Iran ini berkata, “Musuh Iran dalam gangguan baru-baru ini juga berusaha untuk menciptakan ketidakamanan dalam negeri Iran. Mereka adalah masalah bagi negara, tetapi rakyat Iran yang revolusioner telah meggagalkan upaya mereka.”
Dr. Raisi juga menyinggung media-media Barat yang telah melakukan framing dengan menyembunyikan fakta dan menyebarkan berita hoax terkait peristiwa baru-baru ini di Iran. Ia berkata, “Cara mengatasi rekayasa dan tipuan ini adalah dengan menyebarkan kesadaran pada poros persatuan Islam dan menghindari perpecahan.”