18 Februari 2022 - 13:40
Jihad Islam: Perang "Pedang al-Quds" Masih Terbuka

Seorang anggota Jihad Islam Palestina menekankan bahwa pertempuran "Pedang al-Quds" masih terbuka dan pedang ini tidak akan disarungkan sampai penjajah, rezim Zionis Israel, menghentikan proyek Yahudisasinya.

Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Perang yang dikobarkan Israel terhadap Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dimulai pada 10 Mei 2021 dan berakhir pada 21 Mei 2021.

Perang yang dikenal sebagai "Pedang al-Quds" ini berhenti setelah kabinet rezim Zionis meminta gencatan senjata melalui mediasi beberapa aktor asing karena ketidakmampuan militer rezim ilegal itu dalam menghadapi serangan balasan para pejuang Palestina.

Jaringan al-Aqsa pada hari Kamis (17/2/2022) melaporkan bahwa Ahmed al-Modallal, anggota senior Jihad Islam Palestina menyebut al-Quds sebagai pusat konflik antara Palestina dan rezim Zionis.

Dia menekankan bahwa bentrokan tidak akan berakhir selama al-Quds diduduki oleh Zionis, dan tidak mungkin bahwa rakyat Palestina, khususnya warga Gaza, akan melupakan al-Quds.

"Perjuangan rakyat Palestina di lingkungan Shekh Jarrah adalah perjuangan Muqawama dan rakyat tanah ini, dan mereka tidak akan kekurangan fasilitas untuk mempertahankan tanah mereka," tegasnya.

Al-Modallal mengatakan, warga Palestina di Tepi Barat dan al-Quds harus yakin bahwa musuh ini hanya memahami bahasa perlawanan dan konflik, dan perang dengan rezim Zionis adalah perang kemauan (keinginan), dan keinginan orang-orang Palestina tidak mungkin untuk dipatahkan.

Selama 50 tahun terakhir, rezim penjajah al-Quds telah melakukan Yahudisasi di kota ini, namun tidak berhasil. (RA)

342/