Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Televisi Al-Manar hari Jumat (11/2/2022) melaporkan, Sheikh Nabil Qawouq, anggota dewan pusat Hizbullah, mengatakan bahwa kelompok perlawanan menekankan urgensi pemilihan legislatif tepat waktu.
Anggota dewan pusat Hizbullah mencatat bahwa pada periode pra-pemilu, campur tangan asing dalam urusan internal Lebanon telah meningkat, dan menambahkan bahwa tujuan utama Amerika Serikat dan Arab Saudi adalah menghasut rakyat untuk melawan Hizbullah.
Sebagian besar pejabat Lebanon percaya bahwa masalah ekonomi dan politik Lebanon saat ini akan lebih parah, jika terjadi intervensi lebih jauh beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Arab Saudi, termasuk dengan menunda penyelenggaraan pemilu legislatif.
Pada hari Sabtu, sebuah pertemuan cendekiawan Muslim Lebanon meminta pejabat Lebanon untuk tidak mengizinkan Amerika Serikat dan pihak asing ikut campur dalam masalah pemilu Lebanon.
Khalil Hamdan, anggota dewan gerakan Amal Lebanon, juga menyatakan penentangan setiap penundaan dalam penyelenggaraan pemilihan legislatif di negaranya.
pemilu legislatif Lebanon dijadwalkan akan digelar pada 27 Maret 2022.(PH)
342/