7 Februari 2022 - 11:41
Model Kesepakatan yang Dicari Iran di Wina

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrel, membahas perkembangan yang dicapai dalam perundingan nuklir Wina dalam pembicaraan telepon pada Sabtu (5/2/2022).

Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Amir-Abdollahian menekankan bahwa Tehran dengan benar-benar mencari kesepakatan, tetapi kepentingan nasional Iran juga harus dijamin. Sementara itu, Borrell menuturkan negosiasi berada pada fase yang penting, dan semua pihak harus datang ke Wina dengan agenda yang jelas untuk mencapai kesepakatan.

Menlu Iran menyatakan Republik Islam serius untuk mencapai kesepakatan, tetapi juga bertekad untuk melindungi garis merah dan kepentingan nasionalnya. Menurutnya, beberapa perkembangan positif telah terjadi dalam negosiasi, namun ini masih belum memenuhi harapan Iran.

Iran terlibat dengan lebih tegas dalam perundingan Wina putaran baru dengan agenda pencabutan sanksi. Hal ini berangkat dari pengalaman di masa lalu di mana Amerika Serikat secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir JCPOA, dan pihak Eropa juga tidak mampu memenuhi kepentingan ekonomi Iran seperti tertulis dalam kesepakatan.

Perundingan Wina ditangguhkan sejak 28 Januari 2022 untuk memberikan kesempatan kepada para delegasi untuk berkonsultasi dengan pemerintahan mereka dan membuat keputusan politik demi mencapai sebuah kesepakatan.

Iran akan menerima kesepakatan untuk mencabut sanksi selama ia dapat diverifikasi dan secara pasti menjamin kepentingan ekonomi Iran, terlepas dari undang-undang domestik negara lain, terutama AS.

Sejauh ini JCPOA gagal untuk menjamin kepentingan ekonomi Iran. Pendekatan AS dan ketidakmampuan pihak Eropa untuk bertindak independen (di luar bayang-bayang AS) telah menambah ketidakpercayaan Iran terhadap beberapa pihak dalam perundingan Wina.

342/