Menurut Kantor Berita ABNA, Webinar Internasional dengan tema "Syahid Qasem Soleimani Model Dunia Islam dalam Perang Melawan Arogansi dan Ekstremisme" terselenggara pada Minggu (2/1) oleh Sekretariat Kongres Dunia Melawan Ekstremis dan Arus Takfiri dengan menghadirkan sejumlah pemikir dan cendekiawan dunia Islam dari beberapa negara yang bertepatan dengan dua tahun syahidnya Panglima Korps Brigade Alquds Iran Jenderal Qasem Soleimani.
Mufti Aleppo dari Suriah Syaikh Mahmoud Aqam salah seorang narasumber dalam webinar internasional tersebut mengatakan, "Bukti kesyahidan Haj Qasim Soleimani adalah namanya yang tetap terkenang dan masih ada dalam ingatan kaum muslimin. Allah Swt juga berfirman bahwa mereka yang syahid dan gugur di jalan Allah itu tidak mati. Mereka tetap hidup di sisi Allah dan tetap mendapatkan rezeki."
"Karenanya saya tidak akan menyebut Jenderal Soleimani sebagai seseorang yang telah mati. Ia tetap hidup dan tetap masih dalam keikhlasan dan ketangguhannya sebagai seorang martir. Sebagai seseorang yang hidup saya menyapa Anda. Anda mati syahid ketika Anda adalah orang-orang yang benar, Anda bersama kebenaran dan Anda membela tanah orang-orang yang benar, beragama dan beriman. Wahai syahid; Semoga Allah membalas pengorbanan Anda sebagai seorang Mujahidin yang berperang di jalan-Nya." Tambahnya.
Syaikh Mahmoud lebih lanjut menambahkan, "Wahai Syahid; Saya berterima kasih atas nama semua Muslim Irak, Suriah dan Lebanon. Anda melakukan hak jihad dan Anda menang. Kemenangan adalah bagi mereka yang berjuang di jalan Allah. Anda tidak menginvasi wilayah suatu negara dan Anda tidak memulai perang dan agresi. Semoga Allah memberikan balasan yang terbaik. Semua Muslim berdoa untuk Anda dalam doa-doa mereka. Semoga Tuhan membalas pria tangguh ini dengan perbuatan baik, karena dia menemukan kebenaran secara terbuka, membela dan memperjuangkan tanah kaum Muslimin dan kaum tertindas."
Mufti Aleppo dari Suriah ini kemudian menyatakan bahwa Haji Qasim adalah model perlawanan, jihad dan iman yang sukses. Ia berkata, "Syahid r Soleimani adalah seorang pemikir dan pemenang di lapangan. Dia seperti awan hujan yang rintik hujannya turun dan airnya bisa digunakan. Haji Qasim menjadi nilai dan semua orang belajar kesabaran darinya."
"Mereka yang menjadikan Sardar Soleimani syahid adalah agresor dan penindas; Karakter syuhada dapat dikenali dari pembunuhnya. Pembunuh Syahid Qassem adalah musuh kemanusiaan." Lanjutnya.
Ulama Suriah ini lebih lanjut menggambarkan tentang karakteristik Haji Qasem Soleimani. Ia berkata, "Syahid Soleimani adalah individu yang saleh, religius dan setia pada keyakinannya. Dia bergerak di jalan Imam Husein as dan menjadi syahid. Dia memilih jalan kehormatan dan kesyahidan dan tetap berada pada jalur perlawanan. Tujuan Syahid Qasim adalah untuk membela Islam, dan dapat dikatakan bahwa ia membela Islam yang sejati dan iman yang benar melawan mereka yang mendistorsi Islam. Jenderal Qasim adalah salah satu penolong Islam dan salah satu penolong gerakan perlawanan terhadap arogansi dunia."
"Panglima Korps Brigade Alquds ini syahid dalam perjalanan membebaskan Al-Quds dan Palestina. Dia hidup dalam pikiran kami dan kami lebih bertekad dari sebelumnya untuk mengikuti jejak Syahid Soleimani dalam mempertahankan nilai-nilai perjuangannya." Tambah Mufti Aleppo ini.
Disebutkan, Panglima Korps Brigade Alquds Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan Ketua al-Hasyd al-Syaabi Irak Abu Mahdi al-Muhandis beserta enam orang yang menyertai keduanya gugur dalam sebuah insiden penyerangan pada Jumat (3/1) tahun 2020 lalu di dekat Bandara Internasional Irak. Pentagon mengkonfirmasi serangan tersebut atas perintah langsung Presiden AS Donald Trump. Gugurnya kedua tokoh muqawamah tersebut memicu kemarahan besar rakyat Iran dan juga masyarakat Internasional. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei memerintahkan agar dilakukan tindakan balas atas kepengecutan Amerika Serikat tersebut.