Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Ahmad Abdul Hussein menuturkan, panggung politik AS di dalam dan luar negeri terus-menerus bekerja untuk merusak citra kelompok-kelompok perlawanan Islam.
"Kebijakan AS dan media-media mereka tidak akan pernah berubah selama ada kelompok perlawanan Islam yang menentang kehadiran pihak asing," tambahnya seperti dilaporkan kantor berita al-Maalomah, Rabu (22/12/2021).
Menurut Abdul Hussein, beberapa tokoh politik berharap kehadiran pasukan AS di Irak akan diperpanjang.
"Corong-corong politik AS di Irak meluncurkan serangan terencana terhadap kelompok perlawanan Islam yang menghalangi keserakahan AS di Irak dan kawasan," katanya.
Berdasarkan kesepakatan Baghdad-Washington yang dicapai pada 26 Juli 2021, pasukan tempur AS harus meninggalkan Irak pada akhir Desember ini. Namun, AS masih enggan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin. (RM)
342/