Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Mahmoud Al Rabiei, anggota Aliansi Al Sadiqoun, sayap politik Asaib Ahl Al Haq Irak, Selasa (14/12/2021) menuturkan, berlanjutnya kehadiran pasukan AS, menghambat pertumbuhan dan pembangunan Irak.
Dikutip situs Al Maloomah, Mahmoud Al Rabiei menambahkan, berlanjutnya kehadiran pasukan AS dengan dalih konsultasi militer atau pelatihan, adalah bentuk lain penjajahan, dan campur tangan AS di Irak, telah meninggalkan dampak buruk yang luas, menciptakan krisis politik dan sosial serta menghambat implementasi proyek-proyek pembangunan.
"Darah orang-orang Irak tumpah saat melawan pasukan AS, dan sekarang tiba saatnya untuk mencegah agar penderitaan rakyat Irak tidak bertambah parah, dan mengakhiri penjajahan dalam bentuk apa pun," imbuhnya.
Meski pemerintah Irak minggu lalu mengumumkan berakhirnya misi perang pasukan koalisi internaisonal anti-ISIS pimpinan AS, namun Kepala Pusat Komando AS di Timur Tengah, CENTCOM mengatakan tidak ada perintah bagi pasukan AS untuk keluar dari Irak, dan misi 2.500 tentara AS di negara itu berubah dari perang menjadi konsultasi. (HS)
342/