Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , "Upaya AS dan NATO untuk menyebarkan pembawa senjata ke orbit Bumi di luar angkasa mengkhawatirkan," kata Kepala Roscosmos, Dmitry Ragozin kepada stasiun radio Vesti FM Rusia pada Minggu (21/11/2021).
Dia menuturkan bahwa hanya ada satu hal yang mengkhawatirkan Rusia dan itu adalah militerisasi luar angkasa.
"Rusia telah lama memiliki senjata anti-satelit, dan perusahaan Roscosmos terus memantau puing dan bagian satelit yang telah hancur dengan senjata anti-satelit. Benda-benda ini tidak mengancam Stasiun Luar Angkasa Internasional," tambahnya seperti dilansir kantor berita IRNA.
Rusia dan AS telah memulai perlombaan senjata di luar angkasa. Pekan lalu, Rusia menguji senjata anti-satelit dan mampu menghancurkan satelit yang sudah usang di luar angkasa.
Pada 16 November, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi penggunaan senjata anti-satelit untuk menghancurkan sebuah satelit era Soviet. Puing-puing dari satelit yang hancur telah melewati jarak 60-40 kilometer dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.
AS memprotes tindakan Rusia, dan menyebutnya sebagai mengkhawatirkan.
Dmitry Ragozin dalam wawancara dengan surat kabar Gazzetta baru-baru ini mengatakan AS akan membangun senjata anti-satelit dan mengujinya.
"Penyebaran senjata nuklir di luar angkasa adalah ilegal, dan Moskow akan merespons dengan tepat jika Washington melakukannya," tegasnya. (RM)
342/