11 Oktober 2021 - 05:49
Irak dan Iran Dipersatukan Kecintaan pada Imam Husain as

Musuh terus mencoba untuk memecah belah Iran dan Irak, tetapi tidak berhasil, bahkan kedua negara ini saling terikat dalam berbagai bentuk kerjasama dan kesepahaman. Kedekatan kedua negara ini hanya mungkin dengan cinta Imam Husain as.

Menurut Kantor Berita ABNA, ketua Forum Ahlulbait Irak, mengacu pada aktifitas forum ini dalam 40 tahun terakhir mengatakan, "Forum Ahulbait Irak sudah melakukan perkhidmatan selama 40 tahun. Dalam 40 tahun itu, kami membagi program dalam 2 bagian, yaitu pencapaian per 20 tahun. Dalam praktiknya, forum ini mengirimkan pedoman kepada para direktur delegasi di berbagai provinsi di negara ini. diwakili di 15 provinsi Irak dan 700 muballigh, laki-laki dan perempuan. Di negara ini, dari Mosul ke Basra, mereka terkait dengan Forum Ahlulbait as. Setiap cabang memiliki Husainiyah atau masjid atau kantor." 

Hujjatul Islam wa Muslimin Pahlavanzadeh Behbahani dalam wawancaranya dengan reporter ABNA lebih lanjut mengatakan, "Surat-surat itu terkait dengan para peziarah, dan di bagian akhir dari aturan Forum Ahlulbait situasi agama, budaya dan politik di Irak menjadi tema pembahasan."

Ulama Irak ini menambahkan, "Pada awal Muharram, kami meminta Hujjatul Islam wa Muslimin Syaikh Abdul Mahdi Karbalaei, wali agama Haram Imam Husain as dalam sebuah surat untuk menyediakan tempat di kota-kota peziarah pada jalan-jalan menuju kota Karbala. Dengan permintaan ini bahwa  lembaga ini harus memiliki tempat sendiri di kota-kota peziarah di jalan dari Najaf ke Karbala dan jalan dari Bagdad ke Karbala, Di tempat-tempat  tersebut produk budaya seperti brosur Forum Ahlulbait, buku-buku yang berhubungan dengan Arbain Husaini, buku-buku Almarhum Ayatullah Asefi dan CD dari Yayasan Asyura Internasional dibagikan di antara para peziarah secara gratis."

Ketua Forum Ahlulbait as Irak, menanggapi pertanyaan tentang pendapat warga Irak tentang ketidakhadiran jamaah Iran dalam peringatan Arbain di Irak, mengatakan, "Tahun lalu saya sendiri adalah juga peziarah Arbain. Posko-posko perkhidmatan peziarah Arbain saya melihat ada kerinduan di mata mereka untuk kembai melihat peziarah dari Iran yang selama ini turut mermaikan peringatan Arbain di Karbala."

Ketua Forum Ahlulbait as Irak, mengacu pada kunjungan lapangan ke prosesi Arbain, mengatakan، "Salah satu program lembaga ini adalah kunjungan lapangan ke prosesi Arbain, dalam hal ini, dalam longmarch Arbain kami melihat bagaimana warga Iran dengan berbagai lembaga dan organisasi turut terlibat dalam berkhidmat kepada peziarah Arbain. Diantaranya dengan menyediakan posko-posko peristrahatan, penyediaan konsumsi dan bahkan stand pendidikan buat anak-anak, termasuk juga stand khusus buat dakwah dengan melayani tanya jawab syar'i dan mengoreksi bacaan Al-Qur'an."

Dibagian lain pernyataannya Syaikh Behbahani menambahkan, "Kesombongan global, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel, mencoba untuk membuat Syiah bertekuk lutut, terutama di Iran dan Irak, tetapi mereka tidak berhasil. Kemudian mereka membawa ISIS dan mengatakan bahwa akan memakan waktu tiga puluh tahun untuk keluarkan dari Irak. Tetapi penarikan ISIS dari Irak dengan fatwa otoritas dan bantuan Syahid Soleimani memakan waktu hanya sekitar dua tahun. Mereka terus mencoba untuk memecah belah Iran dan Irak, tetapi tidak berhasil, bahkan kedua negara ini saling terikat dalam berbagai bentuk kerjasama dan kesepahaman. Kedekatan kedua negara ini hanya mungkin dengan cinta Imam Husain as."